Monday, 30 November 2015

Kenapa Rambut Cepat Beruban ?




Bagi sebagian orang, tumbuhnya uban pada rambut kepala menjadi pertanda bertambahnya kedewasaan dan kematangan cara berpikir seseorang. Akan tetapi, jika pada usia relatif muda sudah mulai tumbuh uban, tentu tidak semua orang menyukainya. Bahkan tumbuhnya uban bisa dianggap menggangu keindahan rambut seseorang.


Beberapa penyebab tumbuhnya uban di usia muda (dari detikhealth.com) antara lain:

  • Karena faktor genetika, yaitu ketika seseorang memiliki orang tua, atau kakek-nenek yang mulai beruban saat masih berusia muda, maka besar kemungkinan akan mengalami tumbuh uban juga saat masih berusia muda
  • Pengaruh dari kebiasaan merokok dan gemar mengonsumsi minuman beralkohol
  • Kekurangan nutrisi yang dapat mempengaruhi produksi melanin, misalnya protein, vitamin B12, zat besi dan tembaga
  • gangguan saluran yang dapat menghambat penyerapan nutrisi
  • Terkena penyakit Anemia
  • Terkena penyakit kelenjar tiroid
  • Kurangnya kadar hormon adrenokortikotopik, alfa MSH dan beta endorfin.

Lalu bagaimana kaitannya dengan tingkat stress seseorang ?

Dr. Tyler Cymet, ahli dari American Association of Colleges of Osteopathic Medicine mengatakan bahwa stress bukanlah penyebab tumbuhnya uban di kepala seseorang. Ditegaskan bahwa semua orang secara genetis akan memiliki uban saat memasuki usia 40 tahun.

"Akan tetapi, stress berperan dalam mempercepat tumbuhnya uban di kepala. Jika orang normal mulai tumbuh uban saat berusia 40 tahun, maka mereka yang menagalami stress kronis, biasanya memiliki uban lebih cepat sekitar umur 30 atau 35 tahun." tambah Dr. Cymet.




















Saturday, 28 November 2015

Penyakit Jantung Dapat Diketahui Dari Rambut Anda





Metode paling umum yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung adalah dengan memeriksa kondisi darah dan tekanan jantung pasien. Akan tetapi, penemuan terbaru menyimpulkan bahwa terdapat cara yang lebih sederhana dan efisien dari dua metode di atas, yaitu dengan cara melihat rambut kepala seorang pasien.

Hasil riset membuktikan bahwa rambut Anda menyimpan berbagai informasi penting mengenai kondisi kesehatan tubuh Anda. Dengan memeriksa kondisi rambut, peneliti juga dapat mengetahui tingkat stress seseorang, yaitu berdasarkan kadar kortisol dari rambut. Kadar kortisol juga bisa digunakan untuk menentukan resiko penyakit seseorang.

Seorang peneliti dari Erasmus MC di Rotterdam, Belanda, dr. Laura Manenschijn, menjelaskan bahwa kadar kortisol yang tinggi merupakan sinyal penting bahwa seseorang berpotensi terkena penyakit jantung. Hal ini mengingat bahwa rambut dan kulit kepala dapat memberikan informasi tentang perubahan dari kadar kortisol.

Untuk mendapatkan kesimpulan ini, riset dilakukan terhadap 285 orang partisipan dengan rentang usia 65 hingga 85 tahun selama 3 bulan. Peneliti melakukan penelitian terhadap kadar kortisol mereka melalui sampel rambut kepala sepanjang 3 cm.

Hasil riset menunjukkan partisipan yang mempunyai kadar kortisol tinggi pada rambutnya, ternyata memiliki riwayat penyakit jantung, stroke dan diabetes. Inilah yang memperkuat keyakinan para peneliti, bahwa rambut seseorang dapat menyimpan berbagai informasi tentang kesehatannya, termasuk untuk menentukan resiko penyakit jantung yang mungkin dimilikinya.

Friday, 27 November 2015

Minum Di sela Makan Bisa Ganggu Pencernaan




Hati-hati, dengan kebiasaan minum di sela-sela makan. Jika Anda minum air di sela makan, maka pencernaan di dalam tubuh akan terganggu. Seperti yang diuraikan oleh seorang pakar nutrisi dari India, Shonali Sabherwat, bahwa dengan meminum air di sela-sela makan, dapat menurunkan makanan lebih cepat. Padahal kondisi ini akan menimbulkan berbagai gangguan pencernaan, seperti yang dilansir timesofindia.

Lebih lanjut, Sobherwat menambahkan bahwa minuman yang dimasukkan di sela-sela makan, akan diserap dinding usus lambung. Selanjutnya, penyerapan ini akan terus berlangsung hingga hormon-hormon pencernaan mulai dilepaskan untuk mencerna makanan.

Anda tahu, jika hormon-hormon tersebut bercampur dengan air, maka konsentrasinya akan menjadi lebih rendah, daripada makanan yang ada di dalam perut. Kondisi inilah yang mengakibatkan makanan tidak tercerna dengan baik atau sempurna. Dalam tingkat lebih lanjut, kebiasaan minum di sela makan dapat mengakibatkan: 

  • Terjadinya heartburn dan refluks asam lambung
  • Memicu lonjakan kadar insulin di dalam tubuh
  • Memperbesar resiko terkena penyakit diabetes
  • Memicu terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh


Adapun solusi agar Anda tidak mudah minum di sela makan adalah:


  • Perbanyak makanan yang berkuah atau memiliki kandungan air yang cukup
  • Hindari makanan yang memiliki kadar garam tinggi, karena makanan yang terlalu asin dapat membuat Anda haus dan merangsang Anda untuk terus minum di sela-sela makan
  • Usahakanlah untuk mengunyah makanan lebih lama, agar benar-benar hancur dan mudah ditelan saat makan.
  • Fokuslah pada makanan Anda, jangan terbiasa makan sambil ngobrol, menonton televisi, atau beraktivitas lainnya. 

Thursday, 26 November 2015

Menahan BAB Bisa Bikin Bahaya




Beberapa orang mungkin menganggap remeh, soal menahan buang air besar (BAB). Beberapa alasan dapat dijadikan penyebab mereka menunda atau menahan BAB, antara lain:

  • Sedang berada di kendaraan yang tidak dilengkapi toilet
  • Tidak berada di rumah, dan merasa tidak familiar jika BAB di rumah orang lain
  • Sedang berkonsentrasi menuntaskan pekerjaan
  • dan sebagainya
Dengan berbagai alasan seperti yang tersebut di atas, banyak orang memilih menahan atau menunda BAB-nya. Tak cuma beberapa jam, tapi kadang-kadang menunda dalam beberapa jam. Lebih buruk lagi, jika menunda BAB telah berubah menjadi kebiasaan. Tentu resikonya lebih besar lagi terhadap yang bersangkutan.

Dalam beberapa kasus yang ekstrem, ditemukan bahwa kebiasaan menunda BAB bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, akan tetapi dapat berujung pada kematian seseorang. Hal ini disebabkan karena terjadinya disfungsi  pada otot yang digunakan untuk BAB bagi seseorang yang suka menunda BAB. 

Dalam kasus demikian, feses menjadi bertumpuk pada tubuh seseorang dan mengakibatkan sembelit kronis. Ini dapat dimaklumi, karena sering menahan BAB dapat mengakibatkan konsistensi tinja mengeras. Apabila tinja telah mengeras, maka akan membuat pengeluaran kotoran tidak lancar. 

Jika tinja telah mengeras, maka kondisi ini dapat mengakibatkan penyumbatan usus. Bisa jadi, racun-racun dalam tinja akan terserap kembali ke dalam tubuh. Akibat yang lebih serius, adalah saat feses mengering, dapat memblokir sistem tubuh, sehingga berdampak pada usus.

Menurut Kyle D. Staller, seorang pakar pencernaan dari Massachusetts General Hospital menjelaskan, bahwa kebiasaan menahan BAB selain mengakibatkan disfungsi otot yang digunakan saat BAB, juga akan berdampak menumpuknya limbah di dalam tubuh. Jika sudah demikian kondisi ini akan berdampak buruk terhadap usus, demikian seperti dilansir detikhealth.com (27-11-2015). Jika keadaan sudah semakin buruk, maka harus dilakukan tindakan operasi, untuk menghindari kondisi yang berujung kematian, tambah Staller.

Idealnya, seseorang BAB dalam sehari maksimal tiga kali sehari. Seperti penjelasan dr. Ayu Andini beberapa waktu lalu, seseorang yang jarang BAB dapat beresiko terkena masalah konstipasi. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, bisa juga merupakan gejala kanker usus.

Jadi, jangan biasakan menunda BAB, yaa ...


Wednesday, 25 November 2015

Beberapa Penyebab Nyeri Pinggang




Nyeri pinggang bisa menjadi gangguan yang menyiksa bagi beberapa orang. Terutama yang telah berusia lanjut. Nah berikut ini beberapa peneyebab nyeri pinggang menurut dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, sebagaimana dilansir detikhealth.com (25-11-2015):


1. Karena kurang minum air putih

Jika Anda sering mengalami nyeri pinggang, maka hal pertama yang harus Anda periksa adalah pola minum Anda. Sangat mungkin nyeri pinggang yang Anda alami karena kekurangan air minum. Menurut dr. Mahdian, air sangat penting untuk tubuh karena merupakan cairan yang diperlukan, terutama bagi bantalan tulang, otot dan sendi, yang membutuhkan cairan. Apabila kekurangan cairan, maka memiliki resiko sakit pinggang.


2. Karena gerakan atau postur tubuh yang salah

Cidera ini biasanya dialami oleh para pegawai kantoran yang setiap hari duduk di depan komputer selama selama berjam-jam dan tidak merubah posisi duduknya. Akibatnya, gerakan tubuh yang manaoton tersebut sangat berpotensi memunculkan gejala nyeri pinggang


3. Karena membungkuk atau posisi yang keliru saat mengangkat beban 

Hal ini, disebabkan saat Anda membungkuk atau melakukan gerakan dengan posisi yang keliru saat mengangkat beban yang melebihi kemampuan tulang belakang Anda, maka sangat mungkin terjadi rasa nyeri pada area pinggang.


4. Karena terkena trauma atau aktivitas tubuh yang berlebihan

Jika nyeri pinggang terjadi setelah Anda menagalami benturan, trauma, atau melakukan aktivitas yang berlebihan, maka dapat dipastikan beberapa hal tersebut menjadi penyebab nyeri pinggang Anda. Penyakit nyeri pinggang dapat dikategorikan serius, jika telah berlangsung dalam beberapa hari atau dalam hitungan minggu.


5. Karena adanya gangguan pada struktur pembentuk pinggang, termasuk diantaranya tulang belakang, otot, diskus intervertebralis, dan persarafan.


Tips menghindari penyakit nyeri pinggang

  • Bagi para pegawai kantoran, sangat dianjurkan untuk merubah posisi duduk agar terbebas dari gejala nyeri pinggang
  • Apabila Anda sudah merasa tidak nyaman, maka ubahlah posisi duduk Anda
  • Sangat dianjurkan untuk banyak berdiri sekitar lima menit di sela-sela aktivitas duduk Anda, agar terhindar dari nyeri pinggang
  • Olahraga yang sangat baik untuk mencegah nyeri pinggang adalah bersepeda atau berenang.


















Monday, 23 November 2015

Lampu LED Mencegah Allzheimer / Pikun





Penyakit Alzheimer merupakan jenis pikun (demensia) yang paling umum, yang pada mulanya ditandai dengan melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaa, penalaran, persepsi dan berbahasa.

Sebagaimana dilansir detikhealth.com, pada Alzheimer, gejala berkembang secara perlahan-lahan, seiring dengan bertambahnya waktu. Pada banyak kasus, penderita Alzheimer akan mengalami gejala seperti: lupa soal isi percakapan yang baru saja dibicarakan. Atau penderita juga akan megalami lupa terhadap nama obyek dan tempat. Pada tahap selanjutnya, penderita bisa jadi mengalami disorientasi dan perubahan perilaku (menjadi pikun).

Anda tahu, saat ini penyakit Alzheimer menyumbang lebih dari 60 % dari kasus kepikunan (demensia). hal inilah yang mendorong banyak peneliti di seluruh dunia untuk terus berusaha menemukan cara mencegah atau minimal mengurangi penderitaan pengidapnya.

Dalam perkembangan terbaru, tim peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology di Daejeon, menemukan cara efektif untuk mencegah penumpukan protein yang diketahui sebagai penyebab penyakit Alzheimer.

Para peneliti menemukan cara sederhana dengan menggunakan lampu LED  (Light Emitting Diode) berwarna biru dan photosensitisers, yakni zat yang dipakai untuk meningkatkan kepekaan suatu organisme, sel atau jaringan terhadap cahaya.

Dalam penjelasannya, salah seoarng peneliti, Park Chan Beum, mengungkapkan bahwa cara tersebut secara signifikan memakai cahaya photosensitisers untuk menghentikan guna menghentikan pertumbuhan protein beta-amyliod.

Penemuan ini merupakan cara baru dalam pengobatan Alzheimer dan kepikunan. Seperti banyak diketahui, penyakit ini dimulai ketika terbentuknya protein yang disebut beta-amyloid dan berada di dalam otak penderita. Maka, jika pembentukan beta-amyloid dapat ditekan sejak dini, cara ini dapat mencegah penyakit Alzheimer atau menghambat perkembangannya.


















Olah raga Bikin Awet Muda, Kok Bisa ?





Kabar baik bagi anda yang gemar berolah raga. Selain tubuh jadi sehat dan bugar, masih ada bonus tambahan buat Anda: Awet muda. Lho kok bisa ?

Ada penjelasan secara medis oleh dr. Sukmawatai tansil Tan, Sp.KK dari RS Mayapada, sebagaimana dilansir detikhelath.com (23-11-2015), yaitu:

  • Saat Anda berolah raga, maka jantung akan memompa darah Anda lebih cepat
  • Dengan demikian, sirkulasi darah menjadi lebih lancar
  • Saat Anda berolah raga, maka pembuluh darah juga melebar
  • Saat Anda berolah raga, maka otomatis Anda akan mengatur napas dan menghirup oksigen lebih banyak
  • Berbagai hal tersebut akan membantu sel untuk melakukan regenerasi
  • Lebih dari itu, orang yang rutin melakukan olah raga umumnya memiliki pola tidur lebih baik
  • Tidur yang baik dan cukup sangat diperlukan bagi sel untuk memperbaiki diri
  • Dengan berolah raga, anda juga dapat menangkal stress, nah, stress inilah yang menjadi salah satu sumber penuaan
  • Sehingga, dengan mengurangi stress, maka penuaan juga dapat dicegah
  • Sebagai informasi tambahan, stress memicu terbentuknya radikal bebas yang menyebabkan oksidasi pada sel dan jaringan
  • Saat anda berolah raga, maka pembuluh darah pada kulit mendapatkan nutrisi yang cukup, sehingga penuaan dengan sendirinya juga akan berkurang.
Lebih lanjut, dr. Sukmawati menyatakan: "Dalam olah raga yoga misalnya, ada posisi kepala berada di bawah, dan kaki di atas. Itu gerakan melawan gravitasi bumi, bisa memperbaiki kerutan." Terkait penuaan, biasanya proses tersebut terjadi dimulai saat usia 25 hingga 35 tahun, dimana hormon-hormon mulai berkurang. Selain itu paparan polusi udara, diet yang tidak sehat, penyakit sistemik dan masalah fisik lainnya juga menyumbang penyebab penuaan seseorang.