Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Sunday, 3 April 2016

Membangun Taman Bunga






Ada ungkapan yang mengatakan bahwa segala hal yang menyebalkan dan membuatmu putus asa akan selalu datang menghampiri hidupmu. Maka menjadi tugasmu-lah untuk membuat hidupmu bahagia dengan caramu sendiri.

Konon, dengan melakukan meditasi dan menenangkan pikiran, kita dapat membangun taman bunga di alam pikiran kita sendiri. Dengan demikian, kita dapat sejenak meninggalkan hiruk-pikuk persoalan hidup dan untuk sementara waktu meninggalkan 'orang-orang menyebalkan' di sekitar kita.

Saya sangat menganjurkan Anda untuk sering-sering melakukannya. Para politikus yang pintar bersilat lidah, pejabat yang hanya peduli seremoni, dan para kriminal yang selalu membuat sesak pikiran di kepala, akan lebih bagus dapat Anda lupakan sejenak. Lakukanlah perenungan. Ambil sikap meditasi dan buatlah taman bunga di dalam pikiran Anda sendiri.

Kemudian jika taman bunga Anda hancur ketika Anda telah membuka mata, Anda tak perlu khawatir. Buatlah taman bunga yang baru nanti. Bahkan jika taman bunga Anda akan selalu hancur saat kembali pada kenyataan hidup, jangan pernah jera untuk terus membuat taman bunga.

Begitu.

Thursday, 17 March 2016

Hidup Itu Persepsi





Apa yang dirasakan dalam kehidupan seseorang, sejatinya buah dari persepsinya sendiri. Jika ia berpandangan positif terhadap apa yang telah dimiliki dan mensyukuri apapun pemberian yang akan diberikan Tuhan, niscaya ia merasa bahagia. Sebaliknya, jika mempersepsikan kehidupannya secara negatif dan selalu mengeluhkan pemberian Tuhan, maka ia akan hidup dalam kesusahan.


Rumput tetangga selalu hijau

Ungkapan tersebut di atas, menggambarkan persepsi secara umum bagi kebanyakan orang. Seringkali kita berpandangan bahwa kehidupan orang lain serba enak, lebih bahagia dan tanpa kekurangan. Padahal itu adalah masalah persepsi kita belaka.

Seorang tukang becak yang telah lama menunggu penumpang di pangkalan, akhirnya pulas tertidur dalam keadaan tanpa sesuap nasipun yang mengganjal perutnya. Dalam mimpinya, ia telah menjadi orang kaya. Ia duduk manis di jok belakang mobil sedan mewah, mengenakan stelan jas yang rapi dan wangi. Sang sopir di depannya tengah mengemudikan mobil menuju kantornya yang bertingkat dan megah.

Sementara itu, melintaslah sebuah sedan bermerek terkenal, keluaran terbaru, di pangkalan becak tempat abang becak tersebut sedang tidur pulas. Darai balik jendela mobil, seorang kontraktor sukses dengan pakaian perlente yang duduk di belakang sopir pribadinya tampak sedang bersusah hati. Raut mukanya kusam. pandangan matanya sayu sambil menatap abang becak yang tertidur pulas di atas becaknya di seberang jalan.

"Alangkah damainya tukang becak itu. Ia dapat tertidur pulas sambil meringkuk di atas jok becaknya, tanpa memikirkan beban hidup apapun," gumam sang kontraktor. "Akan tetapi coba lihat diriku, walaupun harta melimpah, tapi keluargaku hancur. Dan saat ini aku menjadi tersangka kasus suap proyek pemerintah." sang kontraktor berbicara di dalam hatinya. "Dan saat nanti vonis telah dibacakan, maka aku tinggal menghitung hari menuju bui." lanjutnya dalam hati.


Hidup adalah persepsi

Demikianlah, bahwa hidup seseungguhnya adalah masalah persepsi. Tukang becak mempersepsikan orang kaya yang naik sedan mewah adalah puncak kebahagiaan kehidupan. Sedangkan orang kaya yang naik sedan mewah justru melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah tukang becak yang tertidur pulas di atas jok becaknya.

Bagaimana pendapat Anda?

Tuesday, 15 March 2016

Tuhan Sudah, Manusia Belum








Kebahagiaan tidak akan pernah dirasakan seseorang, jika ia keliru memahami relasinya dengan Tuhan. Pada umumnya manusia akan merasa serba "sudah" dan Tuhan-lah yang "belum". Sebagai contoh:

  • Aku sudah beribadah dengan tekun, kenapa Tuhan belum memberiku kehidupan bahagia ?
  • Aku sudah bekerja keras, kenapa Tuhan belum memberiku kekayaan yang kuimpikan ?
  • Aku sudah ini-itu, ini-itu ............kenapa Tuhan belum memberiku .........
Jika seperti itu pemahaman kita terhadap Tuhan, maka jangankan kita merasakan bahagia, yang terjadi adalah kita akan selalu merasa tak pernah puas dan tak mampu mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita.


Dinikmati dan disyukuri

Kebahagiaan hanya akan datang ketika seseorang mampu menikmati dan mensyukuri karunia Tuhan yang telah dilimpahkan kepada seluruh hamba-Nya. Sudah pada tempatnya, jika kita harus yakin dan beriman terhadap kasih sayang Tuhan. Dengan kata lain, sesungguhnya Tuhan-lah yang "sudah", sedangkan manusia yang "belum".
  • Tuhan sudah memberikan nikmat yang banyak, tapi aku belum pandai bersyukur
  • Tuhan sudah menyediakan rejeki yang melimpah, tapi aku masih belum gigih mencarinya
  • Tuhan sudah memberikan apapun kebutuhan manusia, tapi aku selalu mendustakannya
Lalu bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan?
Ada seribu pertanyaan dan seribu jawaban terhadap pertanyaan seperti di atas. Akan tetapi jika Anda dapat menikmati apa yang Anda miliki dan mensyukuri hal-hal baik yang terus menghampiri Anda, maka disitulah kebahagiaan akan muncul didalam hati.


Bahagia itu hak setiap orang

Alangkah tidak adilnya Tuhan, jika kebahagiaan hanya dapat dirasakan oleh orang kaya. Akan tetapi faktanya, kebahagiaan bisa menjadi milik setiap orang. Kebahagiaan bisa tumbuh dari dalam rumah mewah bertingkat dengan koleksi mobil pribadi yang penuh sesak di garasi. Pun, kebahagiaan dapat tumbuh dari dalam sebuah gubug reyot di pinggir kali.

Jika kebahagiaan hanya dapat dirasakan oleh orang yang banyak duit, maka anak kecil takkan ada yang tersenyum bahagia. Bukankah mereka belum punya uang? Jika kebahagiaan hanya dapat dirasakan oleh orang yang populer dan banyak penggemar, maka takkan ada warga desa di pelosok hutan yang tersenyum lebar saat memanen hasil kebunnya.

Mungkin kesenangan dapat dibeli, tapi tidak untuk kebahagiaan di dalam hati. Begitu.

Monday, 14 March 2016

Berpikir Seperti Anak-anak






Berabagai persoalan hidup terlihat sangat pelik bagi orang dewasa. Ada banyak tahapan dalam menyelesaikan masalah yang harus dilalui. Mulai dari menganalisa masalah, menentukan akar masalah, mencari alternatif pemecahan masalah dan mempertimbangkan berbagai resiko terhadap eksekusi pemecahan masalah.

Begitu kompleksnya, masalah dalam keluarga seakan sama beratnya dengan permasalahan negara. Ambil contoh: masalah kemiskinan, pengangguran, terorisme, korupsi dan lain-lain. Begitu banyak masalah, begitu kompleks kesulitan untuk mencarikan solusinya. Begitu pun dalam masalah keluarga: masalah finansial, ketakutan akan karir atau belum dapat pekerjaan, tuntutan biaya hidup yang makin tinggi, masalah pendidikan bagi anak-anak, dan lain-lain.


Berpikir seperti anak-anak

Ingatkah Anda, saat masih berusia belia? Usia dimana kita hanya disibukkan dengan bermain dan bergembira? Seluruh masalah dalam hidup ketika itu terlihat sangat simpel. sangat sederhana. Kalau lapar, ya makan. Kalau ngantuk, ya tidur. Selesai urusan..

Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan penambahan usia, cara berpikir kita semakin rumit dan kompleks. Ada banyak hal yang perlu perencanaan dan persiapan yang matang sebelum melakukan sesuatu. Hidup terasa bagai lautan masalah, yang ombaknya datang silih berganti.

Tapi benarkah kita tak bisa berpikir simpel? Sama simpelnya dengan cara berpikir anak-anak? Jawabannya bisa!


Kedisiplinan adalah kehormatan

Banyak pengalaman empiris yang telah membuktikan bahwa akar dari permasalahan hidup sebenarnya sangat sederhana. Akan tetapi manusia sendiri yang kadang membuatnya bertambah rumit.

Sebagai contoh, banyak orang yang dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya karena kedisiplinan, kerja keras dan kejujuran. Point utamnaya adalah: jika Anda ingin sukses, maka disiplinlah, Jika bisnis ingin berkembang, maka bertindaklah jujur.

Seperti kata Bill Gates, Jika Anda terlahir miskin, maka itu bukanlah kesalahan Anda. Tapi jika Anda meninggal dalam keadaan miskin, maka sudah pasti itu salah Anda sendiri. Artinya, jika ingin kaya, Anda harus disiplin dalam bekerja. Jika Anda ingin lulus ujian maka Anda harus disiplin dalam belajar. Jika Anda ingin dihormati, maka Anda harus disiplin waktu terhadap janji yang telah dibuat. Intinya adalah kedisiplinan merupakan kehormatan seseorang.


Peranan takdir

Betul bahwa Tuhan telah berfirman bahwa akan melebihkan harta sebagian orang terhadap yang lainnya. tapi bukankah Tuhan juga yang telah memerintahkan manusia untuk berikhtiar alias berusaha dalam hidupnya? Jadi, apakah masalah dalam hidup ini akan terlihat rumit atau sederhana, tergantung diri Anda.











Sunday, 13 March 2016

Kecemasan, Wajarkah ?






Setiap manusia takkan pernah lepas dari rasa cemas dan kebingungan dalam hidupnya. Cemas dan bingung, apa bedanya? Ya, bingung adalah tindak lanjut dari rasa cemas yang tak kunjung memperoleh solusinya.


Periodisasi kecemasan dalam hidup

Secara garis besar, ada 3 periode kecemasan dalam setiap diri manusia, yaitu:

1. Saat masa kanak-kanak

Pada masa kanak-kanak, setiap orang mengalami kecemasan yang spesifik. Perasaan bahwa dirinya mahluk yang kecil, mahluk yang lemah dan serba tergantung oleh orang dewasa dan kedua orang tuanya menjadikan setiap orang pada masa ini diliputi rasa cemas. Setiap anak kecil akan merasakan kecemasan yang sama saat dirinya merasa belum aman (secure) terhadap lingkungannya.

2. Saat Dewasa

Periode ini, kecemasan pada manusia akan muncul pada usia-usia produktif, yaitu pada usia 20, 30, dan 40 tahunan. Pada masa ini manusia cenderung merasakan kecemasan terhadap:

  • Pekerjaan atau karir yang belum mapan
  • Kemampuan finansial
  • Takut bangkrut atau kehilangan pekerjaan
  • Takut akan ketiadaan supporting dari lingkungan, saat sesuatu yang buruk terjadi
  • danlain-lain
3. Saat lanjut usia

Pada periode ini, seakan manusia kembali memutar waktu kehidupannya. Ia kembali merasa menjadi mahluk yang lemah dan serba tergantung pada orang lain. Hampir sama ketika ia mengalami masa kanak-kanak. Bahkan mungkin lebih parah, karena ia telah mengalami masa-masa produktif dan kejayaan pada masa mudanya.


Tips mengatasi rasa cemas:
  1. Tariklah napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan. Ulangi beberapa kali lagi untuk menenangkan pikiran Anda
  2. Selalu memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang berimbang
  3. Berpikirlah positif
  4. Dekatkan diri Anda pada Tuhan dan selalu berserah kepada-Nya
Semoga bermanfaat, ...












Thursday, 11 February 2016

Pemenang atau Pecundang ?






Ada sebuah peribahasa Minang yang menyatakan bahwa; "Api di tungku tak akan menyala dengan baik, jika kayu tak saling silang." Hidup ini tak akan menarik, jika tak ada persaingan. Betul. Semua tahu akan hal itu. Akan tetapi, di sisi lain, setiap persaingan selalu menghasilkan dua hal, yaitu: Pemenang dan pecundang

Adalah sebuah keniscayaan pada sertiap kompetisi harus ada pemenang yang akan mengalahkan kompetitor lainnya. Masalahnya adalah, apakah Anda akan cepat menyerah sebelum berupaya secara optimal untuk menjadi seorang pemenang ? Apakah kita selalu mengingat, bahwa kadang kesuksesan kita hanya tinggal satu langkah lagi, sebelum kita memutuskan menyerah ?

Sobat,
Tak menjadi masalah apakah akhir dari sebuah persaingan kita menjadi pemenang atau pecundang. Setidaknya Anda tak mudah menyerah untuk kemudian menjadi pecundang, padahal sejatinya kesuksesan Anda tinggal satu langkah lagi. Ibarat seorang penambang yang memutuskan berhenti tepat didepan permata terpendam, karena ia tidak mau menggali tanah sedikit lebih dalam lagi.

Alkisah, seekor jangkrik muda keluar dari liang rumahnya di tengah hutan. Kemudian terdengar olehnya sebuah nyanyian yang merdu. Ia segera mencari sumber suara tersebut. Lalu dilihatnya seekor jangkrik dewasa yang sedang mengerik dengan irama yang teratur, bagaikan suara nyanyian yang merdu.

Jangkrik muda pun dengan antusias menghampuri jangkrik dewasa yang sedang mengerik. Katanya heran, "Rupamu seperti diriku. tapi kenapa aku tak bisa mengeluarkan suara sepertimu?"
Jangkrik dewasa menjawab, "Kita memang sama-sama jangkrik. Jadi, kamu pun bisa mengeluarkan suara seperti aku. Kalau kamu mau, aku ajari."

Jangkrik kecil dengan semangat mulai belajar mengerik, menirukan jangkrik dewasa. Akan tetapi, setelah berulang kali mencoba, suaranya tak dapat keluar dengan nyaring. Kemudian dicobanya lagi mengerik, tapi tetap saja suaranya tak dapat keluar dengan nyaring.

Setelah beberapa hari, jangkrik kecil kembali mendatangi jangkrik dewasa sambil mengeluh, "Aku sudah berusaha mati-matian, tapi tetap saja belum bisa bernyanyi dengan indah. Aku menyerah!" Dengan sabar, jangkrik dewasa menjawab, "Dulu aku juga seperti kamu. Aku berlatih setiap hari terus menerus selama berbulan-bulan. Kamu baru belajar beberapa hari, mana mungkin suaramu bisa seperti aku? Jika kamu ingin mengerik lebih indah dari suaraku, maka jangan pernah berehenti mencoba dan berlatih. Setelah pita suaramu terlatih dengan baik, pastilah suatu hari nanti nyanyianmu akan lebih nyaring dan merdu dariku."

Mendengar jawaban jangkrik dewasa, jangkrik kecil pun tersadar. Maka saat hari mulai gelap, si jangkrik muda kembali berlatih. Bahkan, saat manusia sudah terlelap dalam tidurnya, jangkrik muda tetap giat berlatih bernyanyi. dan akhirnya, pada suatu hari terdengarlah nyanyian nyaring si jangkrik muda.

Sobat,
Seringkali kita hanya memandang hasil akhir dari pencapaian seseorang. Maka yang kita lihat hanya kesuksesan yang telah diraih oleh orang lain. Namun, kita seringkali lupa bahwa segala sesuatu tidak dapat diperoleh dengan cara mudah dan cepat. Maka pahamilah bahwa untuk menjadi seorang pemenang atau pecundang adalah terletak pada perjuangan dan pengorbanan yang tiada henti yang kita lakukan.
























   

Wednesday, 10 February 2016

Hidup Tenang dan Damai





Benar kata banyak orang, bahwa bulan Januari adalah bulan dimana terjadi hujan sehari-hari. Bahkan ketika telah menginjak bulan Pebruari ini, hujan tetap mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Bagi sebagian orang, musim hujan adalah keberuntungan. Akan tetapi, di sisi lain, ada juga yang tak menyukai musim hujan.

Bagi petani tembakau, yang menyukai lahan tak terlalu berair dan memerlukan sinar matahari untuk menjemur daun tembakau, akan kelabakan bila musim hujan tak segera berlalu. Lain lagi dengan pak Peni yang menjadi seorang buruh tani. Baginya, air hujan adalah berkah bagi tanaman padinya. Lalu apakah semua menjadi 'baik-baik saja' bagi pak Peni dan keluarganya ?

Ternyata tidak. Musim hujan membawa sisi lain yang harus diwaspadai bagi keluarga pak Peni dan seluruh warga masyarakat lainnya. Pada musim seperti ini, terutama masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan, terdapat ancaman wabah yang diakibatkan nyamuk aedes agepty, berupa penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Surti, istri pak Peni, juga mencemaskan wabah penyakit di musim penghujan yang tak pernah absen mengganggu ketentraman warga. "Pokoknya, harus hati-hati, harus jaga kebersihan, dan nurut apa yang dibilang mantri kesehatan desa," kata Surti yang disimak dua orang anaknya.

Wabah demam berdarah selalu terjadi setiap tahun, meski petugas kesehatan telah berupaya menekan dan meminimalisir dengan segala macam cara. Salah satunya dengan kampanye gerakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) tempat-tempat air atau wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta melaksanakan fogging (pengasapan) di lingkungabn perumahan warga, untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa.

Sejatinya wabah demam berdarah hanyalah salah satu dari sekian masalah yang melingkupi manusia hidup. Itu adalah warna-warni, dinamika dan harus dihadapi dengan sabar oleh setiap warga masyarakat. Di luar itu masih terdapat banyak masalah, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), biaya hidup yang semakin tinggi, sembilan bahan pokok (sembako) yang kian mahal dan lain-lainnya.

Walaupun itu semua adalah keniscyaan dan dinamika kehidupan, akan tetapi manusia sedapat mungkin mengantisipasi, mewaspadai dan terud berupaya hidup dengan tenang dan damai. Mungkin benar bahwa kehidupan ini mendatangkan banyak masalah dan kesedihan. Akan tetapi tugas manusia adalah mengupayakan kebahagiaan bagi hidupnya. "Kalau kelas-nya seperti kita ini, pak, ya pasrah saja kepada Gusti Allah yang Maha Kuasa," tutur Surti kepada suaminya.

Pak Peni setuju dengan pendapat istrinya. Ia teringat oleh nasehat Gus Rofiq, yang dikenal sebagai tokoh agama di kampungnya, pernah menyatakan, bahwa manusia hidup itu harus seimbang (tidak ngoyo) dan jangan terlalu berambisi. Untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian hidup, seseorang tidak boleh suka menyakiti orang lain, jangan suka iri terhadap rejeki orang lain dan ikhlas menjalani takdirnya.

Dalam kesempatan lain, pak Kemat, kepala desanya, juga pernah memberinya wejangan,  " Di zaman 'gila' ini, orang-orang yang tidak ikut-ikutan 'gila' bakal tidak kebagian." Pak Kemat kemudian melanjutkan, "Akan tetapi seberapapun untungnya orang 'gila', masih lebih beruntung orang yang waras dan tetap waspada."

Lain lagi dengan nasehat kyai Mustaqim, yang menekankan bahwa hidup di dunia ini tidaklah kekal. Menurut sang kyai yang dipercaya sebagai trah atau titisan kyai ternama ini, orang sakit, sehat, sedih, bahagia, dan lainnya, adalah ujian dari Allah SWT. Sekecil papun, manusia akan mengalami berbagai kondisi tersebut. Jangankan manusia biasa, nabi yang menjadi kekasih Allah saja, bahkan mengalami ujian yang luar biasa.

Hujan masih terus merinai di balik jendela rumah pak Peni. Hawa dingin yang tadi terasa menyiksa agak berkurang dengan perbincangan ringan yang hangat di ruang makan. Bulan masih enggan menampakkan diri di balik selimut mendung. Surti beringsut ke dapur untuk menyiapkan makan malam bersama suami dan kedua anaknya. Di dalam hati, pak Peni berdo'a pada Gusti Allah Sang Pemberi Rejeki, agar dikaruniai kehidupan yang tenang dan kecukupan dalam damai.




















Monday, 8 February 2016

Rejeki Sudah Diatur





Alkisah, seorang santri mendapat nasehat dari ustadnya. Sang ustad berpesan agar, sang murid (santri) tersebut tidak suka berhitung-hitung saat bersedakah. Sang ustad meyakinkan bahwa rejeki sudah diatur oleh Allah SWT.

  • Ustad: "Yakinlah nak, bahwa tanda-tanda orang meragukan kekuasaan Allah, adalah bahwa ia ragu dalam memberikan sedekah."
  • Murid: "Kenapa begitu kyai ?"
  • Ustad: "Sekarang coba pikirkan: Rejeki itu dari Allah, perintah sedekah itu juga dari Allah. Bagaimana mungkin kamu takut kehabisan rejeki saat bersedekah, jika kamu melaksanakan perintah sang Pemberi Rejeki?"
  • Murid: "Tapi kenapa orang-orang banyak yang takut kehilangan rejekinya ?"
  • Ustad: "Itu karena, mereka mengira rejeki itu adalah hasil usahanya sendiri, bukan karena pemberian Allah."
Setelah mendapatkan nasehat dari ustadnya, sang santripun mohon diri. Dalam hatinya, ia bertekad ingin membukltikan ucapan ustadnya, bahwa rejeki itu merupakan pemberian Allah, bukan karena usaha seseorang.

Keesokan paginya, santri tersebut berangkat menuju hutan yang lebat, yang belum pernah dijamah manusia. Setelah berjalan sangat lama masuk ke dalam hutan, ia menemukan sebuah gua yang dipenuhi tanaman liar dan belum terjamah manusia. Ia pun masuk ke dalam gua tersebut dan berdiam diri beberapa lama. Sambil duduk bersila di atas batu, santri tersebut bergumam: "Akan aku buktikan, bagaimana cara Allah memberiku rejeki, tanpa aku melakukan usaha apapun di dalam gua ini."

Tak berapa lama terlihat serombongan saudagar yang tersesat ke dalam hutan tersebut. Rombongan saudagar tersebut terdiri dari delapan orang berkuda dan dua orang mengendarai gerobak berisi bahan-bahan makanan dan pakaian. Kebetulan, ketika memasuki area hutan, turunlah hujan dengan derasnya.

Pimpinan rombongan mengajak anak buahnya berteduh ke dalam gua yang ada di dalam hutan. Mereka tidak mengira bahwa di dalam gua tersebut seorang santri tengah berdiam diri. Maka ketika mereka masuk dan mendapati seseorang hanya duduk berdiam diri, mereka berusaha menyapa santri tersebut.
  • Pimpinan saudagar: "Assalamu'alaikum wahai ki sanak"
  • Santri: (berkata dalam hati)  'Jika aku menjawab salamnya, berarti aku melakukan usaha. Lebih baik aku diam saja !"
Lalu, pimpinan saudagar mengulangi salamnya hingga tiga kali. Akan tetapi, sang santri tetap diam saja. Maka para saudagar tersebut berkesimpulan jika santri tersebut dalam keadaan lemas karena kelaparan.

  • Pimpinan saudagar: "Masya Allah, kasihan betul orang ini, hingga menjawab salam saja sudah tidak kuat. Cepat berikan dia air minum
  • Santri: (tetap diam, karena tak ingin melakukan usaha apapun)
  • Pimpinan saudagar: "Kalau tangannya tak kuat menerima gelas, minumkan langsung ke mulutnya !"
  • Santri: (tetap diam, bahkan menutup rapat-rapat mulutnya)
  • Pimpinan saudagar:"Kalau dia sudah tidak kuat membuka mulut, kita congkel pakai kayu saja. Kasihan, kalau tidak segera kemasukan air atau makanan !"
Akhirnya santri tersebut tertawa mendengar perintah pimpinan saudagar. Kemudian ia meminta maaf kepada para saudagar, dan menjelaskan alasan kenapa ia berlaku diam seperti itu. Maka yakinlah sang santri, bahwa sesungguhnya rejeki itu pemberian Allah semata, walaupun tanpa usaha, jika ditakdirkan telah menjadi 'jatah'nya, maka akan sampai jua.





















Tuesday, 17 November 2015

10 Kebiasaan Kita yang Dianggap Aneh Orang Asing




Indonesia dikenal sebagai salah satu negara tujuan wisata yang banyak diminati turis asing. hal ini tidak terlepas dari keindahan alam dan keragaman budaya yang tak banyak dimiliki oleh negara-negara lain. Seringkali kita menganggap 'aneh' kebiasaan orang asing atau turis yang kebetulan sedang berkunjung ke Indonesia. Akan tetapi, beberapa kebiasaan orang Indonesia juga sering dianggap aneh oleh orang asing. Sebagaimana yang dialnsir dari  penulispro.net, berikut ini 10 kebiasaan orang Indonesia yang dianggap aneh oleh orang asing:


1. Orang menyeberang jalan di sembarang tempat

Banyak bule atau orang asing yang geleng-geleng kepala saat melihat kebiasaan orang Indonesia, menyeberang di seberang tempat. Bagi orang asing, perbuatan melanggar lalu lintas dan menyeberang sembarang tempat adalah hal yang paling 'aneh' yang masih bisa ditemui di Indonesia.


2. Orang berjalan tanpa alas kaki

Bagi sebagian besar masyarakat luar negeri, terutam negara-negara dengan 4 musim, memakai alas kaki saat berjalan adalah hal yang wajib. Maka mereka akan merasa aneh saat melihat sebagian masyarakat di pedesaan maupun di pegunngan berangkat ke ladang atau kebun dengan bertelanjang kaki.


3. Pedagang kaki lima memenuhi badan trotoar

Bagi orang bule atau masyarakat luar fungsi trotoar adalah murni untuk para pejalan kaki beraktivitas dan menikmati keinadahan kota dengan bebas tanpa terganggu lalu lalang kendaraan berrmotor. Akan tetapi, di Indonesia, para pedagang kaki lima memanfaatkan badan trotoar untuk membuka lapak dan berdagang. Inilah yang juga dirasa aneh bagi para turis yang baru datang atau mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya.


4. Sampah berserakan di sembarang tempat dan fasilitas umum

Bagi masyarakat negara-negara maju, ketertiban dan kebersihan sudah menjadi budaya mereka. Maka tumpukan sampah atau sampah yang berserakan di sembarang tempat, yang sering dijumpai di taman, jalan-jalan, terminal dan tempat umum lainnya adalah hal yang aneh yang masih dapat mereka saksikan di Indonesia.


5. Orang Indonesia mandi dua kali sehari

Karena kita telah terbiasa mandi dua kali sehari, maka jika kita menengetahui seseorang yang hanya mandi sekali sehari, pasti kita akan menganggapnya orang jorok. Akan tetapi bagi masayarakat yang berdiam di wilayah yang dingin, seperti Eropa  dan Amerika, mereka hanya mandi di pagi hari. Sedangkan di Jepang, mereka hanya mandi pada malam hari.


6. Orang Indonesia gemar minum jamu atau obat-obatan herbal

Dengan teknologi medis yang sudah demikian modern, orang semakin menuntut kepraktisan dalam mengonsumsi obat. Begitu juga dengan orang-orang Barat yang telah terbiasa mengonsumsi obat dalam kemasan yang praktis. Itulah sebabnya, mereka merasa aneh terhadap sebagian masyarakat kita yang masih sangat mempercayai khasiat jamu dan obat-obatan herbal liannya dalam menyembuhkan beraneka ragam penyakit


7. Masih terdapat moda transportasi bertenaga manusia

Dengan berbagai kemajuan teknologi otomotif, orang dapat melakukan perjalanan dengan moda transportasi yang cepat dan aman. Bahan bakar yang digunakan juga semakin beragam, mulai bahan bakar minyak, gas, listrik dan sebagainya. Itulah sebabnya orang-orang Barat banyak yang merasa aneh ketika masih terdapat moda transportasi bertenaga manusia, seperti becak di Indonesia


8. Masih banyak ditemui pengemis

Banyak turis asing merasa aneh, atau tepatnya risih dengan masih banyaknya para pengemis yang berkeliaran di jalan-jalan dan tak segan-segan meminta sedekah dengan cara yang agak memaksa kepada siapapun yang dijumpainya


9. Masih menjumpai suku pedalaman yang minim busana

Beberapa turis mersa aneh, ketika berkunjung ke suatu daerah pedalaman, dimana para warganya berpakaian sangat minim dan hidup sangat sederhana.


10. Selalu molor saat hendak rapat atau janjian

Kebiasan molor alias 'jam karet' ala Indonesia, masih sangat sulit dicari tandingannya. Bukan hanya dalam ketepatan waktu saat hendak rapat, saat mengadakan pertunjukan, saat janjian, bahkan dalam hal ketepatan waktu keberangkatan kendaraan atau fasilitas umum yang banyak dikeluhkan oleh orang-orang asing yang tengah berkunjung di Indonesia.

Apakah anda memiliki hal aneh lain yang bisa ditambahkan dalam daftar ini ?










































Saturday, 10 October 2015

5 Nasehat di Balik Penyimpangan Pola Bilangan Jawa




Bagi Anda yang kebetulan orang Jawa, atau memahami urutan bilangan dalam bahasa Jawa, pasti pernah bertanya-tanya, kenapa pada beberapa angka antara 11 sampai dengan 60, terjadi "penyimpangan" dari pola sebelumnya. Ya, hanya sampai angka 60, yang merupakan umur yang paling umum dicapai oleh usia manusia.

Seolah-olah urutan bilangan dalam bahasa Jawa memiliki nasehat yang berkaitan dengan kondisi umur manusia. Okey, mari kita lihat bersama:

1. Penyimpangan pola pada bilangan 11 sampai 19

Pada bilangan tersebut, orang Jawa tidak menamai dengan sepuluh siji, sepuluh loro ........ sepuluh songo. Akan tetapi orang Jawa mengganti sepuluhan dengan welasan, yaitu: sewelas, rolas, .......... songolas. Artinya, pada usia antara 11 sampai 19 tahun adalah saat-saat berseminya rasa welas asih (belas kasih) terutama terhadap lawan jenis. Memang pada usia inilah manusia masuk periode akil baligh atau remaja.

Dalam bahasa Indonesia, bilangan 11 sampai 19 juga menyimpang dari pola sebelumnya, dan disebut dengan belasan. Adapun dalam bahasa Inggris disebut dengan teen. Sehingga remaja pada usia tersebut dinamakan teenagers.

2. Penyimpangan pola pada bilangan 21 sampai 29

Pada bilangan tersebut, orang Jawa tidak menamai dengan rongpuluh siji, rongpuluh loro ........ rongpuluh songo. Akan tetapi orang Jawa mengganti rongpuluhan dengan likuran, yaitu: selikur, rolikur, ............. songolikur. Artinya, pada satuan ini terdapat satuan Likur yang merupakan kependekan dari: Lingguh Kursi (duduk di 'kursi').

Memang pada usia 21 sampai 29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan 'tempat duduknya', profesinya, pekerjaannya atau mata pencaharian yang akan ditekuninya.

3. Penyimpangan pola pada bilangan 25

Mengacu pada pola Likuran, bilangan 25 tidak disebut limang likur, akan tetapi orang Jawa menyebutnya dengan 'Selawe', yang merupakan singkatan dari Seneng-senenge Lanang lan Wedok. Fase dari puncak asmara antara laki-laki dan perempuan yang ditandai dengan terjalinnya ikatan pernikahan.Sehingga, secara umum, pada usia-usia itulah umumnya orang melangsungkan pernikahan.

4. Penyimpangan pola pada bilangan 50

Mengacu pada pola bilangan, maka telung puluh akan dilanjutkan dengan telungpuluh siji, telungpuluh loro, dst. Akan tetapi ketika sampai angka 50, tidak lagi disebut limang puluh. Orang Jawa menyebutnya dengan Seket, yang merupakan singkatan dari Seneng Kethon (suka berpeci/berkopiah).

Artinya, pada usia 50, orang akan terlihat telah menua. Ia akan senang memakai tutup kepala, untuk menutupi botak atau rambutnya yang mulai memutih. Di sisi lain, memakai kopiah juga melambangkan bahwa pada usia 50 tahun, orang akan lebih menyukai beribadah.

5. Penyimpangan pola pada bilangan 60

Mengacu pada pola bilangan, maka sebelum pitung puluh tidak disebut enem puluh. Akan tetapi orang Jawa akan menyebutnya Sewidak, yang merupakan singkatan dari Sejatine Wis wayahe Tindak (Sesungguhnya sudah saatnya pergi).

Artinya, Apabila usia kita telah mencapai 60 tahun, maka lebih berhati-hatilah, karena usia tersebut pada umumya orang telah banyak menjelang pada akhir usianya. Orang yang memiliki umur melebihi 60 tahun, maka dianggap telah menikmati bonus dari usia manusia yang umum.

Maka pada usia 60 ini hendaknya:
  • Dekatkanlah diri dengan keluarga Anda, karena kita takkan pernah tahu kapan Anda akan pergi selamanya
  • Berbaik-baiklah dengan sanak saudara, karena merekalah ikatan terbaik dengan masa lalu Anda, dan merekalah yang paling mungkin untuk mengenang dan meneruskan perjuangan Anda di masa depan
  • Sadarilah bahwa teman akan selalu datang dan pergi. Tapi beberapa teman yang paling berharga tetap harus dijaga dan dipertahankan
  • Banyaklah beribadah, karena semakin kita tua, semakin kita membutuhkan amal-amal yang baik untuk menjalani fase kehidupan berikutnya
Dengan begitu kita harus memahami dengan baik, bahwa dalam hidup ini ada beberapa hal yang pasti tidak akan mampu Anda hindari:
Harga akan selalu naik
Politikus akan selalu menyeleweng
Dan kita akan menjadi tua .....
















Sunday, 4 October 2015

Menjadi Orang tuanya Manusia




Artikel saya kali ini adalah resensi buku "Orangtuanya manusia" karangan Munif Chatib,Penerbit: Kaifa Learning, Cetakan: Mei 2015. Dalam pandangan Munif, yang seorang praktisi dan konsultan pendidikan tersebut, kemampuan anak kita bagaika seluas samudera. Dengan paradigma tersebut, berarti bahwa banyak aspek kecerdasan anak yang sejatinya telah tumbuh secara alami dalam diri anak itu sendiri.

Maka selanjutnya menjadi tugas orang tua untuk memupuk dan mengembangkan potensi anak agar dapat berkembang secara optimal. Paradigma ini menemukan relevansinya terhadap ungkapan yang sangat populer bahwa keluarga adalah "sekolah" pertama bagi tumbuh kembang anak. Dengan kata lain, pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik maupun mental akan ditentukan sejak awal dari pedidikan keluarganya. Karena itu sangatlah mutlak adanya model pendidikan yang baik dari lingkungan keluarga untuk membentuk generasi yang baik.

Dalam sebuah study dan penelitian yang dilakukan oleh R. Stury (1983) dan K. Goit Scald, disimpulkan bahwa anak-anak dalam suatu lembaga pendidikan yang sering melakukan penyelewengan (delinkwen) adalah berasal dari broken home. Disamping itu, didapatkan data bahwa sebesar 70,8 % anak yang sulit didik juga berasal dari keluarga yang tidak utuh dan mengalami tekanan idup yang berat. Ini berati bahwa pembentukan sifat dan karakter anak sangat dipengaruhi oleh "pendidikan" yang diperolehnya dari lingkungan keluarga.


Secara umum, Munif mengulas secara detail proses pembelajaran yang baik, yang harus dilakukan orang tua dalam lingkungan keluarga. Sehingga diharapkan proses pembelajaran tersebut dapat membentuk kepribadian anak yang baik dan genius. Dalam bukunya, Munif juga memaparkan bahwa potret masa depan seorang anak sudah dapat dibaca sejak dini melalui didikan orang tuanya di lingkungan keluarganya masing-masing.

Menurut Munif, apa yang diajarkan dan disampaikan orang tua kepada sang anak sejak menginjak usia 0 hingga 7 tahun, maka itulah yang akan menjadi dasar pergerakan tumbuh kembang anak di usia berikutnya. Dengan demikian, setiap orang tua wajib mengetahui karakter sang anak. Adapun kondisi ketenangan pada masa pra remaja, menjadi remaja hingga dewasa, berasal dari kebebasan dan pengalaman yang diperoleh selama 7 tahun pertamanya di lingkungan keluarga.

Pada hakekatnya, ketenangan dan kesabaran pada masa remaja seorang anak sangat berhubungan dengan aktivitas dan kenakalannya pada masa kecil. Oleh karena itu sangat tepat apa yang telah disabdakan Rasulullah SAW. yaitu: "Betapa baiknya masa kecil seorang anak yang dilalui dengan penuh aktivitas dan penuh kenakalan, sehingga masa dewasanya akan menjadi orang yang tenag dan penyabar" (Munif Chatib, hal. 48-49).

Buku setebal 212 halaman ini, menjadi media efektif bagi Munif untuk menguraikan seputar strategi mengoptimalkan pendidikan anak, membangkitkan rasa percaya diri anak, membantu memilih sekolah yang tepat dan membantu sang anak pada saat belajar di rumah. Maka bagi Anda para orang tua, buku ini sangat pantas untuk menjadi pilihan bacaan Anda.


















Saturday, 26 September 2015

Tips Melatih Otak Anda agar Semakin Brilian



Mungkinkah seseorang yang makin berumur, bisa memiliki otak yang semakin brilian ? Anda akan mendapati jawabannya secara lengkap, plus bagaimana cara melatih otak agar menjadi brilian dalam buku "Otak Ideal, Makin Berumur Makin Brilian." Buku karangan Toshinori Kato yang diterbitkan Qanita bulan September 2015 ini, berisi himpunan pengetahuan tentang bagaimana melatih otak Anda.
Pengalaman bertahun-tahun yang digeluti Toshinori Kato dalam meneliti lebih dari 100.000 citra otak bayi sampai dengan penelitian otak manusia hingga berusia 100 tahun, dituangkan dalam bukunya ini. Inti dari buku ini adalah mengajak Anda untuk belajar melatih:
  • Zona otak motorik
  • Zona otak pendengaran
  • Zona otak penglihatan 
Sejatinya, otak memiliki mekanismenya sendiri untuk menyimpan informasi atau meminati suatu hal. Maka, dengan mengetahui cara kerja dan mekanisme dari otak itulah, seseorang dapat mengoptimalkan kemampuan otaknya untuk dapat mencapai suatu hal (target) yang ingin dicapainya.
Berikut saya sampaikan beberapa cara atau tips yang  efektif dan efisien untuk melatih kemampuan belajar otak Anda secara optimal dan sekaligus menjadi otak brilian serta mempunyai kemampuan IQ berbintang seperti yang dikutip oleh Sotfpedia, Minggu (6/9/2015).diantaranya adalah :

1. Jangan paksa otak Anda belajar dalam waktu yang lama sekaligus


Memaksakan kerja otak dengan belajar dalam durasi yang panjang akan menghambat otak Anda menjadi brilian. Seringkali seseorang, atau anak-anak usia sekolah, menghabiskan malam yang panjang untuk belajar dalam menghadapi ujian keesokan harinya.

Padahal sebenarnya, otak lebih suka belajar secara bertahap atau sepotong sepotong dan dengan durasi waktu yang hanya sebentar saja. Sehingga lebih baik belajar selama 30 menit saja, tetapi dilakukan beberapa kali dalam sepekan, daripada belajar semalaman suntuk atau seharian penuh. 

2. Jangan paksa otak Anda, jika sudah mengantuk


Memaksakan belajar pada saat mengantuk berat adalah suatu hal yang tidak tepat. Jika Anda tidak bisa meninggalkan kebiasaan lama Anda, maka paksakan kebiasaan buruk Anda dengan cara diganti pada pagi hari, semisal pukul 04.00 atau 05.00 pagi.
Hal ini disebabkan karena secara alamiah,  ketika malam hari, otak telah lelah oleh rutinitas yang dikerjakan seharian dan membutuhkan istirahat. Belajar pada malam hari justru dapat berdampak negatif pada penalaran dan memori Anda.
3. Otak lebih suka mengingat atau mempelajari hal-hal yang bersifat pointers
Jika Anda ingin mempunyai otak brilian serta IQ berbintang, maka buatlah poin-poin secara general dari masalah itu jika Anda ingin mengingat atau menghafal suatu hal. Bukan mengingatnya secara spesifik kata per katanya.
4. Otak cepat terpacu jika Anda menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik
Tips paling akhir yang bisa membuat otak Anda menjadi brilian, dan memiliki IQ berbintang adalah menetapkan tujuan Anda secara lebih spesifik dan jelas. Hal tersebut dikarenakan nantinya otak Anda akan menghindari hal-hal yang sifat menggangu (distraksi) pada pikiran Anda, dari hal-hal yang tidak diperlukan selain dari tujuan yang telah ditetapkan.

Thursday, 24 September 2015

Tips Meraih Prestasi di Tempat Kerja







Pemahaman pertama yang harus Anda pahami dalam bekerja adalah bahwa setiap pekerjaan itu adalah amanah sekaligus sebuah kehormatan. Tidak semua orang dapat memperolehnya dengan mudah. Sebagai seorang karyawan, Anda harus memahami bahwa Anda telah terpilih secara khusus, dengan menyisihkan kompetitor lainnya, serta telah dipercaya perusahaan untuk mengembangkan perusahaan tempat Anda bekerja. Lalu bagaimana caranya agar Anda berprestasi di tempat kerja ? Berikut 4 tips untuk meraih prestasi di tempat kerja:

1. Berusahalah mencintai pekerjaan

Melakukan pekerjaan yang Anda cintai, tentu sangatlah mudah. Akan tetapi, kadang Anda berada dalam posisi harus mencintai pekerjaan yang sedang Anda jalani. Logika sederhananya adalah ketika Anda melakukan suatu pekerjaan dengan perasaan senang dan cinta, maka hasil pekerjaan tersebut akan optimal, bahkan mencapai hasil yang gemilang.

Begitu juga saat Anda mencintai pekerjaan sehari-hari. Anda akan memperoleh hasil yang memuaskan secara lahir dan batin. Rasa cinta itu akan membuat Anda tabahdan bersabar apabila hasil yang Anda harapkan belum juga tercapai. Kenapa hal tersebut dapat terjadi ? Ini terjadi karena Kecinttan Anda bukan hanya pada tataran gagasan semata, akan tetapi Anda juga mencintai apa yang sedang Anda kerjakan. banyak contoh orang yang sukses adalah mereka yang mencintai profesinya. Satu hal, yang perlu Anda ingat: bahwa kadang perasaan cinta itu tidak dapat datang dengan sendirinya. Anda harus mengusahakan sendiri perasaan cinta terhadap pekerjaan.

2. Berusahalah menikmati pekerjaan

Hal yang harus Anda lakukan berikutnya adalah berusaha menikmati pekerjaan Anda. Menikmati pekerjaan juga merupakan cara ampuh untuk dapat meraih prestasi di lingkungan kerja. Jika Anda masih kesulitan beradaptasi dengan lingkungan, atau Anda belum benar-benar menikmati pekerjaan Anda, maka tidak ada salahnya Anda mencoba beberapa tips ini:
  • Niatkanlah bekerja sebagai bentuk ibadah. Dengan begitu Anda akan termotivasi untuk menikmati pekerjaan, karena menyadari pekerjaan tersebut didasari keinginan luhur sebagai ibadah kepada Allah SWT, dengan cara mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga
  • Menciptakan suasan kerja yang nyaman. Suasana nyaman ini akan tercipta jika Anda tidak menganggap sesama rekan sebagai kompetitor. Ajaklah mereka bekerja sama dalam satu tim untuk mencapai target kerja yang telah ditetapkan perusahaan
  • Tetap berpegang pada target kerja. Ini berarti bahwa Anda akan berusaha menikmati proses dalam mencapai target yang telah Anda tetapkan sendiri
3. Berusahalah mensyukuri pekerjaan

Apapun posisi dan pekerjaan yang sedang Anda tekuni saat ini adalah proses dari kehidupan Anda. Maka dari itu syukurilah. Itu adalah langkah awal untuk meraih prestasi di lingkungan kerja Anda. Memang bersyukur di saat kita mendapat banyak rejeki tentu sangatlah mudah. Akan tetapi bagaimana jika kita disuruh bersyukur di saat ekonomi kita sedang sulit ?

Jika Anda berusaha melatih diri untuk tetap bersyukur, walaupun sedang dalam situasi sulit, maka itu kan menambah kualitas pribadi Anda. Kualitas pribadi ini yang akan menjadi modal dalam meraih prestasi kerja. Karenanya, pada kondisi papun berusahalah untuk bersyukur kepada Allah SWT.

4. Berusahalah hingga mencapai batas kemampuan Anda

Cara yang terbaik untuk berprestasi di lingkungan kerja adalah dengan berusaha, terus berusaha dan tetap berusaha, hingga Anda mengetahui batas kemampuan Anda. Semakin meningkat pencapaian (progress) yang Anda capai, maka akan semakin berguna Anda di mata perusahaan. Puncaknya adalah Anda mampu berprestasi di lingkungan kerja.






















Wednesday, 23 September 2015

Nikmatnya Berbisnis sesuai Hobi



Dalam dunia bisnis dan industri, bayak sekali tokoh yang sukses menjadi milyuner, karena berbisnis sesuai dengan hobinya. Anda dapat menyebut contoh dari para tokoh tersebut, seperti Kolonel Sanders, founder KFC yang hobi memasak. Adapula Soichiro Honda, founder pabrik otomotif "Honda" yang hobi pada permesinan dan otomotif, Konosuke Matsushita, founder Panasonic, dan lain sebagainya.

Coba Anda perhatikan kisah sukses mereka. Hobi yang tadinya hanya sekedar iseng-iseng dan sekedar melampiaskan kegemaran, ternyata dapat menghasilkan profit yang luar biasa, jika dilakukan dengan ketekunan dan rasa bahagia dalam menjalaninya.

Contoh yang lain, Anda dengan mudah mendapati kisah sukses para musisi ternama dunia. Sebagian besar dari mereka telah mengalami kehidupan yang sulit, sebelum mereka meraih puncak popularitas. Kisah-kisah mereka secara umum tentang bagaimana misalnya mereka harus rekaman dengan komputer pribadi, karena tak punya uang untuk menyewa studiao yang biaya sewanya hanya 200 ribu per-shift, saat itu. Kemudian mereka juga harus berjuang kesana-kemari sekedar mencari pinjaman uang untuk menyewa studio rekaman. Lalu dengan kegigihan dan keuletan yang luar biasa, mereka secara bertahap dapat membangun studio rekaman sendiri, dan bahkan sampai memiliki label rekaman yang lumayan besar.

Berikut beberapa contoh hobi yang dapat menjadi lahan bisnis untuk Anda:

1. Hobi Menulis

Jika Anda memiliki hobi menulis, maka Anda dapat mengirimkan tulisan Anda ke berbagai media massa untuk mendapatkan honorarium dari setiap tulisan yang dimuat. Selain itu jika Anda mampu menulis sebuah buku, Anda dapat menawarkannya ke perusahaan penerbitan buku. Dari penerbitan itu, Anda bisa mendapatkan royalti dari penerbit per-enam bulannya, atau sekalian Anda bisa menjual naskah Anda ke penerbit.

2. Hobi Traveling
Anda termasuk penyuka traveling ? Suka jalan-jalan atau mendaki gunung ? Anda dapat menjadikan hobi tersebut sebagai kegiatan bisnis rental kendaraan, outing, biro wisata dan lain-lain. Dengan dilandasi kecintaan terhadap traveling, maka bisnis ini akan terasa menyenangkan

3. Hobi Otomotif

Bagi Anda yang gemar pada dunia otomotif, maka Anda dapat memilih bisnis jual beli kendaraan atau aksesori kendaraan, spare part, atau bahkan bengkel perbaikan kendaraan. Bahkan jika Anda telah tergabung dalam komunitas pecinta kendaraan tertentu, maka Anda akan mendapat banyak informasi yang akan menunjang bisnis otomotif Anda.

4. Hobi Nonton

Anda suka menonton film dari VCD atau DVD ? maka jadikanlah kesukaan Anda itu untuk membuka lapak persewaan atau penjualan VCD atau DVD. Tapi ingat, jangan menjual yang bajakan, karena selain melanggar hukum, biasanya kaset bajakan berkualitas rendah.

5. Hobi Nge-blog

Berangkat dari hobi nge-blog, Anda dapat meraup dolar dari aktivitas ini. Tentu untuk mendapatkan advertisement sebagai sarana mendapat uang, tidaklah mudah. Menjadi blogger yang sukses, membutuhkan keuletan, konsistensi dan pengetahuan yang luas. Dengan segala modal tersebut, ditambah ketrampilan menulis, maka Anda dapat menjadikan hobi ini sebagai mata pencaharian atau lahan bisnis Anda.

Dan masih banyak lagi ...



















Monday, 24 August 2015

Kenapa Karir Pegawai "Jalan di Tempat"







Dari pengalaman pribadi penulis di dunia birokrasi, secara umum terdapat persamaan karakteristik dan perilaku para pegawai yang sangat sulit mendapatkan promosi jabatan alias karirnya "jalan di tempat".

Walaupun tulisan ini merupakan pendapat pribadi, tapi tidak ada salahnya kita jadikan bahan renungan bersama, sekaligus evaluasi diri: Semoga kita tidak termasuk dalam 8 kategori sebagai berikut:

1. Memiliki mental ingin serba instan

Yaitu mental yang selalu menghendaki kesuksesan diraih dengan jalan pintas. Sehingga jalur yang ditempuh
selalu menerobos proses yang seharusnya dilalui setahap demi setahap. Akibatnya adalah pegawai tersebut belum memiliki kecakapan dan kepantasan untuk dipromosikan dalam jabatan tertentu.

2. Mengabaikan kualitas hasil pekerjaan

Yaitu pegawai tersebut tidak pernah sungguh-sungguh menjaga kualitas hasil pekerjaannya. Akibatnya adalah mendatangkan kekecewaan bagi customer maupun pimpinan tempat ia bekerja.

3. Hanya berorientasi pada pimpinan

Yaitu sikap yang mengabaikan koordinasi sesama kolega dan kepentingan customer demi meraih simpati pimpinan. Akibatnya pegawai tersebut tidak banyak mendapatkan support dari teman-temannya  bagi kemajuan karirnya.

4. Tidak disiplin
Ini merupakan penyakit umum bagi pegawai yang malas, yaitu sering mengabaikan ketepatan waktu dalam bekerja. Akibatnya ia mendapatkan cap negatif dari unsur staf maupun pimpinan.


5. Tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap hasil kerja

Ini juga banyak ditemui pada pegawai yang mau enaknya sendiri. Saat mencapai keberhasilan, maka ia akan mengklaim sebgai keberhasilan usahanya. Akan tetapi saat menemui kegagalan, ia cenderung melempar tanggung jawab kepada teman yang lain.

6. Tidak memiliki etos kerja yang cukup

Salah satu penyebab inkonsistensi prestasi pegawai adalah tidak adanya etos kerja yang mampu mendorong tercapainya hasil pekerjaan yang memuaskan.

7. Cenderung anti pada perubahan
Yaitu selalu merasa nyaman dengan keadaan yang telah ada, sehingga sulit diajak berpikir progresif.

8. Tidak toleran terhadap kreativitas

Yaitu selalu terpaku pada prosedur baku, yang justru menghambat kemajuan organisasi. Akibatnya organisasi sulit bersaing dengan kompetitor.


Salam Sukses, ..................
































Sunday, 23 August 2015

Tips Mengusir Galau






Saat seseorang tidak dapat meraih apa yang menjadi keinginan dan cita-citanya, atau saat ia tak dapat keluar dari situasi yang tak menyenangkan, biasanya ia akan merasa galau. Adalah hal yang wajar bila dalam setiap langkah kehidupan akan berpotensi menimbulkan masalah. Dan masalah akan selalu berpotensi memicu adanya perasaan galau.

Para ahli berpendapat bahwa manusia itu dibentuk oleh berbagai proses di dalam maupun di luar dirinya. Istilah ilmiahnya: Somatopsikososial. Artinya adalah kondisi pribadinya tergantung oleh kondisi jasmani, rohani dan lingkungan sekitarnya. Sebesar apa kemampuan seseorang untuk survive dan
beradaptasi terhadap lingkungan akan membentuk kesempurnaan kepribadian seseorang.
    

Kenapa Muncul Perasaan Galau ?

Sangatlah wajar jika kehidupan ini selalu memerlukan adanya perjuangan dan pengorbanan. Contoh yang paling sederhana adalah saat kita hendak memasukkan sesuap nasi ke mulut. Kita perlu berjuang mengangkat sendok dan mengarahkan tangan kita ke mulut. Hanya saja, karena kegiatan itu telah rutin kita lakukan, maka tak terasa perjuangannya.
Perasaan galau muncul pada saat kita tak dapat lagi menentukan arah dan kehilangan kekuatan dalam perjuangan menjalani kehidupan. Sering sekali kita bingung pada saat dihadapkan pada pilihan yang dilematis. Pilihan yang sangat berat dan memiliki konsekuensi yang tinggi. Keadaan galau yang berkelanjutan bahkan mampu mengganggu keseimbangan jiwa kita.


Dampak Perasaan Galau

     
Perasaan Galau muncul karena adanya stressor pada hidup kita. Wujud dari stressor itu bisa bermacam-macam: mulai persoalan kemampuan finansial, perbedaan kelas di tengah masyarakat, masalah pekerjaan, jodoh, penyakit, dan lain sebagainya.
Dampaknya pun bermacam-macam tingkatan: Ada yang hanya bikin kita mengurut-ngurut kepala Psikosomatis.
karena pusing, adapula yang sampai menjalar pada penyakit fisik yang mengganggu, seperti perut mulas, jantung sering berdebar dan sebagainya. Gangguan yang telah bersifat jasmani tersebut sering kita kenal dengan istilah



5 Tips Mengusir Galau


Bagi setiap insan yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, seharusnya dampak dari setiap perasaannya takkan sampai membuat hidupnya terguncang secara berlebihan. Karena pada saat cobaan tersebut datang, maka ia akan menganggap sebagai hiasan dan pelengkap bagi kisah perjalanan hidupnya.




Adapun 5 Tips yang dapat Anda coba untuk mengusir Galau adalah sebagai berikut:
  1. Tetaplah dalam iman dan keyakinan kepada Tuhan. Perbanyaklah mengingat Diri-Nya, agar hati  kita senantiasa merasa tenang.
  2. Senantiasa menambah pemahaman terhadap kitab suci. Karena dalam kitab suci telah termaktub berbagai petunjuk dalam kehidupan, penjelasan akan penyakit hati dan penyembuhannya, Petunjuk dalam jalan yang lurus serta nasehat-nasehat yang baik.
  3. Berbagilah cerita pada orang yang kita percayai, sebagai upaya menyalurkan ketegangan dan beban  hidup.
  4. Aturlah ritme bekerja Anda untuk menghindari kelelahan yang berlebihan. Usahakanlah istirahat secara teratur dan mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.
  5. Hindari sikap selalu terburu-buru dan perasaan tegang yang terus menerus.                                                                                                                                                                                           Selamat Mencoba, ...