Wednesday, 25 November 2015

Beberapa Penyebab Nyeri Pinggang




Nyeri pinggang bisa menjadi gangguan yang menyiksa bagi beberapa orang. Terutama yang telah berusia lanjut. Nah berikut ini beberapa peneyebab nyeri pinggang menurut dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, sebagaimana dilansir detikhealth.com (25-11-2015):


1. Karena kurang minum air putih

Jika Anda sering mengalami nyeri pinggang, maka hal pertama yang harus Anda periksa adalah pola minum Anda. Sangat mungkin nyeri pinggang yang Anda alami karena kekurangan air minum. Menurut dr. Mahdian, air sangat penting untuk tubuh karena merupakan cairan yang diperlukan, terutama bagi bantalan tulang, otot dan sendi, yang membutuhkan cairan. Apabila kekurangan cairan, maka memiliki resiko sakit pinggang.


2. Karena gerakan atau postur tubuh yang salah

Cidera ini biasanya dialami oleh para pegawai kantoran yang setiap hari duduk di depan komputer selama selama berjam-jam dan tidak merubah posisi duduknya. Akibatnya, gerakan tubuh yang manaoton tersebut sangat berpotensi memunculkan gejala nyeri pinggang


3. Karena membungkuk atau posisi yang keliru saat mengangkat beban 

Hal ini, disebabkan saat Anda membungkuk atau melakukan gerakan dengan posisi yang keliru saat mengangkat beban yang melebihi kemampuan tulang belakang Anda, maka sangat mungkin terjadi rasa nyeri pada area pinggang.


4. Karena terkena trauma atau aktivitas tubuh yang berlebihan

Jika nyeri pinggang terjadi setelah Anda menagalami benturan, trauma, atau melakukan aktivitas yang berlebihan, maka dapat dipastikan beberapa hal tersebut menjadi penyebab nyeri pinggang Anda. Penyakit nyeri pinggang dapat dikategorikan serius, jika telah berlangsung dalam beberapa hari atau dalam hitungan minggu.


5. Karena adanya gangguan pada struktur pembentuk pinggang, termasuk diantaranya tulang belakang, otot, diskus intervertebralis, dan persarafan.


Tips menghindari penyakit nyeri pinggang

  • Bagi para pegawai kantoran, sangat dianjurkan untuk merubah posisi duduk agar terbebas dari gejala nyeri pinggang
  • Apabila Anda sudah merasa tidak nyaman, maka ubahlah posisi duduk Anda
  • Sangat dianjurkan untuk banyak berdiri sekitar lima menit di sela-sela aktivitas duduk Anda, agar terhindar dari nyeri pinggang
  • Olahraga yang sangat baik untuk mencegah nyeri pinggang adalah bersepeda atau berenang.


















Monday, 23 November 2015

Lampu LED Mencegah Allzheimer / Pikun





Penyakit Alzheimer merupakan jenis pikun (demensia) yang paling umum, yang pada mulanya ditandai dengan melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaa, penalaran, persepsi dan berbahasa.

Sebagaimana dilansir detikhealth.com, pada Alzheimer, gejala berkembang secara perlahan-lahan, seiring dengan bertambahnya waktu. Pada banyak kasus, penderita Alzheimer akan mengalami gejala seperti: lupa soal isi percakapan yang baru saja dibicarakan. Atau penderita juga akan megalami lupa terhadap nama obyek dan tempat. Pada tahap selanjutnya, penderita bisa jadi mengalami disorientasi dan perubahan perilaku (menjadi pikun).

Anda tahu, saat ini penyakit Alzheimer menyumbang lebih dari 60 % dari kasus kepikunan (demensia). hal inilah yang mendorong banyak peneliti di seluruh dunia untuk terus berusaha menemukan cara mencegah atau minimal mengurangi penderitaan pengidapnya.

Dalam perkembangan terbaru, tim peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology di Daejeon, menemukan cara efektif untuk mencegah penumpukan protein yang diketahui sebagai penyebab penyakit Alzheimer.

Para peneliti menemukan cara sederhana dengan menggunakan lampu LED  (Light Emitting Diode) berwarna biru dan photosensitisers, yakni zat yang dipakai untuk meningkatkan kepekaan suatu organisme, sel atau jaringan terhadap cahaya.

Dalam penjelasannya, salah seoarng peneliti, Park Chan Beum, mengungkapkan bahwa cara tersebut secara signifikan memakai cahaya photosensitisers untuk menghentikan guna menghentikan pertumbuhan protein beta-amyliod.

Penemuan ini merupakan cara baru dalam pengobatan Alzheimer dan kepikunan. Seperti banyak diketahui, penyakit ini dimulai ketika terbentuknya protein yang disebut beta-amyloid dan berada di dalam otak penderita. Maka, jika pembentukan beta-amyloid dapat ditekan sejak dini, cara ini dapat mencegah penyakit Alzheimer atau menghambat perkembangannya.


















Olah raga Bikin Awet Muda, Kok Bisa ?





Kabar baik bagi anda yang gemar berolah raga. Selain tubuh jadi sehat dan bugar, masih ada bonus tambahan buat Anda: Awet muda. Lho kok bisa ?

Ada penjelasan secara medis oleh dr. Sukmawatai tansil Tan, Sp.KK dari RS Mayapada, sebagaimana dilansir detikhelath.com (23-11-2015), yaitu:

  • Saat Anda berolah raga, maka jantung akan memompa darah Anda lebih cepat
  • Dengan demikian, sirkulasi darah menjadi lebih lancar
  • Saat Anda berolah raga, maka pembuluh darah juga melebar
  • Saat Anda berolah raga, maka otomatis Anda akan mengatur napas dan menghirup oksigen lebih banyak
  • Berbagai hal tersebut akan membantu sel untuk melakukan regenerasi
  • Lebih dari itu, orang yang rutin melakukan olah raga umumnya memiliki pola tidur lebih baik
  • Tidur yang baik dan cukup sangat diperlukan bagi sel untuk memperbaiki diri
  • Dengan berolah raga, anda juga dapat menangkal stress, nah, stress inilah yang menjadi salah satu sumber penuaan
  • Sehingga, dengan mengurangi stress, maka penuaan juga dapat dicegah
  • Sebagai informasi tambahan, stress memicu terbentuknya radikal bebas yang menyebabkan oksidasi pada sel dan jaringan
  • Saat anda berolah raga, maka pembuluh darah pada kulit mendapatkan nutrisi yang cukup, sehingga penuaan dengan sendirinya juga akan berkurang.
Lebih lanjut, dr. Sukmawati menyatakan: "Dalam olah raga yoga misalnya, ada posisi kepala berada di bawah, dan kaki di atas. Itu gerakan melawan gravitasi bumi, bisa memperbaiki kerutan." Terkait penuaan, biasanya proses tersebut terjadi dimulai saat usia 25 hingga 35 tahun, dimana hormon-hormon mulai berkurang. Selain itu paparan polusi udara, diet yang tidak sehat, penyakit sistemik dan masalah fisik lainnya juga menyumbang penyebab penuaan seseorang. 


Saturday, 21 November 2015

Resolusi Sehat untuk 2016




Membuat resolusi untuk diri kita sendiri adalah ide terbaik agar hidup kita well planned. Nah, karena tahun 2016 tinggal hitungan hari lagi, maka tak ada salahnya kita bikin resolusi. Tak perlu muluk-muluk, tetapkan saja rencana Anda agar dalam sepanjang tahun 2016 nanti, tubuh tetap sehat dan bugar. Berikut resolusi sehat untuk 2016 yang diolah dari berbagai sumber, untuk dapat Anda buat dalam menyambut tahun baru nanti.


1. Melakukan olah raga rutin

Resolusi pertama yang bagus untuk ditargetkan adalah berolah raga secara rutin tiga kali seminggu. Hal ini jadi prioritas pertama, karena dapat membuat Anda selalu tampil sehat dan bugar. Cukup luangkan waktu selama 20 hingga 30 menit setiap sesi, maka Anda dapat terhindar dari gampang sakit saat menjalankan aktivitas sehari-hari.


2. Membuat target dengan proyeksi yang jelas

Proyeksikan dengan jelas apa yang menjadi target Anda pada tahun 2016 nanti. Misalnya, Anda membuat target menurunkan berat badan 10 kilogram, maka bayangkan dari sekarang apa saja tindakan Anda untuk memenuhi target tersebut. Kemudian pegang teguh komitmen diri Anda sendiri agar pikiran dan fisik Anda secara otomatis mengondisikan pencapaian target.


3. Berjanji meninggalkan junk food dan minuman bersoda

Cobalah untuk berkomitmen untuk menghindari makanan tak bergizi alias makanan 'sampah' serta minuman bersoda di tahun depan. Anda tahu, minuman bersoda memiliki kadar gula dan kalori yang sangat tinggi. 

Bayangkan saja, dalam satu kaleng minuman bersoda terdapat 150 kalori. Maka, jika Anda minum soda sampai beberapa kaleng secara rutin, dipastikan kadar gula dan kalori  dalam tubuh Anda akan melonjak drastis. Yang terjadi selanjutnya adalah: resiko terkena obesitas dan diabetes. Sehingga sangat dianjurkan untuk mengganti minuman Anda dengan air putih, atau jika takut bosan dengan rasa tawar, Anda dapat menambahkan perasan air jeruk nipis pada air putih Anda.


4. Membuat resep makanan sehat sendiri

Dengan asumsi bahwa makanan yang Anda beli di 'luar' tidak diketahui nilai gizi dan keamanannya, maka alangkah bijaksana jika Anda dapat memperbanyak menu makanan sehat dengan resep buatan sendiri, memakai bahan-bahan yang masih segar. Sesuaikan kadar gula, garam dan lemak (GGL) pada menu masakan Anda, sesuai takaran yang diperbolehkan.


5. Melakukan lebih banyak aktivitas fisik

Seperti telah menjadi masalah yang umum ditemukan pada masyarakat perkotaan, bahwa para karyawan dan pegawai kantoran cenderung kurang bergerak atau melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, untuk memastikan produktivitas Anda tak terganggu karena sering sakit, maka perbanyaklah aktivitas fisik.

Anda dapat mencoba pergi ke kantor dengan naik sepeda, berbelanja ke supermarket dengan berjalan kaki, dan mengunjungi pusat kebugaran atau gym secara rutin. Bagi ibu rumah tangga, cukup dengan mengoptimalkan pekerjaan-pkerjaan rumah, dapat membantu pembakaran lemak dan kalori pada tubuh yang dapat menyehatkan Anda.

Jadi, apa resolusi Anda ?























Nilai IQ Belum Tentu Mencerminkan Kecerdasan





Banyak pakar mempercayai bahwa keberhasilan hidup seseorang ditentukan 3 aspek:
  • Aspek Intellegence Quotient (IQ) yang merujuk pada kecerdasan intelektual
  • Aspek Emotional Quotient (EQ) yang merujuk pada kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi
  • Aspek Spiritual Quotient (SQ) yang merujuk pada ketaatan pada nilai-nilai spiritualisme

Akan tetapi, dari ketiga aspek tersebut, nilai IQ sering menjadi rujukan utama untuk mengukur potensi keberhasilan dan kepintaran seseorang. Karena nilai IQ yang tinggi, sering dipersepsikan dengan kemampuan mencapai kesuksesan studi dan karir seseorang. Benarkah demikian ?

Sebuah penelitian terbaru dari Kanada mementahkan anggapan tersebut. Bagi Anda yang yang memiliki nilai IQ rendah, tak perlu lagi merasa minder atau kecewa. Karena hasil uji IQ kemungkinan tidak benar-benar menunjukkan kepintaran seseorang secara utuh. 

Seorang peneliti senior Canada Excellence Research Chair in Cognitive Neuroscience and Imaging di University's Brain and Mind Intitute, Dr. Adrian Owen menegaskan bahwa kepintaran yang dinilai hanya dari IQ adalah sebuah mitos. Pernyataan Owen, didasarkan pada sebuah studi yang melibatkan 100 ribu partisipan. Para partisipan ini diminta untuk mengikuti 12 macam test kognitif secara online. Adapun pengamatan pada test meliputi penilaian terhadap:
  • Kemampuan mengingat
  • Kemampuan penalaran
  • Kemampuan konsentrasi
  • Kemampuan perencanaan
  • Gaya hidup
  • Latar belakang kehidupan

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya tak ada satu pun test tunggal atau komponen test yang dapat menilai secara baik dan akurat terhadap kecerdasan seseorang. Dari studi tersebut diketahui bahwa tiap partisipan mempunyai kekhasan tersendiri pada hasil penilaian terhadap test mental dan kognitif.

Untuk menentukan kecerdasan seseorang, para peneliti meyakini ada tiga aspek yang membentuknya, yaitu:
  1. Ingatan jangka pendek
  2. Penalaran
  3. Komponen verbal

Adapun dari hasil pengamatan terhadap otakmelalui pencitraan MRI, didapatkan bahwa kemampuan kognitif seseorang dipengaruhi sirkuit pada otak. Hebatnya lagi, sirkuit otak ini berbeda antara satu orang dengan yang lain dan berpengaruh juga pada dominasi kecerdasan yang dimiliki setiap orang, termasuk Anda sendiri.

Akan tetapi point penting yang harus Anda perhatikan adalah: Setiap orang harus selalu menjaga kesehatan otaknya, agar kecerdasan yang dimiliki tetap terjaga. Fungsi otak juga akan terpengaruh oleh penambahan usia dan gaya hidup seseorang. Gaya hidup ini contohnya, pada seseorang yang merokok, maka akan berakibat yang bersangkutan memiliki ingatan jangka pendek yang cenderung terus menurun. 

Bagaimana pendapat Anda ? 
















Friday, 20 November 2015

Sinar Matahari Ringankan Gejala Asma





Konon, oarang-orang pada jaman dahulu sangat percaya bahwa obat yang paling ampuh untuk segala macam penyakit, adalah membiarkannya terkena sinar matahari. Ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, setidaknya untuk gejala penyakit asma.

Belakangan diketahui, bahwa berjemur sinar matahari atau terkena sinar matahari lebih lama, akan memberikan manfaat posistif bagi penderita asma. Fakta bahwa kekurangan vitamin D memiliki pengaruh buruk terhadap penyakit asma telah diungkap oleh beberapa peneliti dari King's College, London.

Dari hasil riset tersebut, disimpulkan bahwa dengan terkena sinar matahari, maka seseorang akan secara otomatis telah mengaktifkan provitamin D di bawah kulit, dan menjadikannya vitamin D yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Hal inilah yang akan membantu penderita gejala asma dalam menghadapi penyakit mereka.

Vitamin D akan mengendalikan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang terkait dengan asma, demikian keterangan yang dirilis dari BBC. Dengan begitu, penyakit asma yang aktif secara berlebihan dapat dikontrol. 


Adapun gejala penyakit asma yang sering muncul adalah :

  • Saat penyakit asma kambuh, maka penderita mengalami sesak napas
  • Terjadi peradangan pada saluran pernapasan penderita asma
  • Terjadi pembengkakan pada saluran pernapasan penderita asma
  • Pembengkakan saluran pernapasan inilah yang membuat saluran napas menjadi sempit
Catatan dari hasil riset ini: Bahwa meskipun berjemur sinar matahari dapat meringankan gejala asma, akan tetapi belum diuji sejauh mana pemberian suplemen vitamin D dapat digunakan untuk pengobatan pasien asma.

Selama ini, penyakit asma diobati dengan pemberian steroid yang efeknya belum dapat bekerja secara optimal. Lebih  lanjut, peneliti pada riset ini, Prof. Catherine Hawrylowicz menjelaskan bahwa orang yang yang memiliki level vitamin D yang tinggi, dapat lebih baik dalam mengontrol penyakit asma yang dialaminya. Korelasi kedua hal tersebut sangat jelas sekali.


Apa sih penyebab asma ?

Menurut Prof Catherine Hawrylowicz, asma disebabkan oleh tingginya senyawa kimia dalam tubuh yang disebut interleukin-17. Sejatinya, senyawa ini dalam kondisi normal akan berperan penting dalam sistem imunitas tubuh dan membantu memerangi asma. Akan tetapi, jika jumlahnya berlebihan di dalam tubuh, maka justru akan mengakibatkan penyakit asma.

Hasil peneltian ini juga menyimpulkan bahwa vitamin D ternyata dapat memberikan efek menurunkan interleukin-17. Para peneliti menemukan korelasi ini setelah memasukkan vitamin D ke sampel darah milik 28 orang pasien asma. Saat ini masih terus diteliti, apakah dengan pemberian vitamin D pada pasien asma dapat meringankan gejala penyakit mereka.



























Thursday, 19 November 2015

Gampang Marah, Bisa Cepat Mati Lho ...




Seringkali kita mendengar ungakapan "Jangan gampang marah. Entar cepat mati lho, ..". Ya, sekilas uangkapan tersebut seperti guyonan agar kita jangan suka marah-marah. Akan tetapi, sebuah penelitian dari Iowa State University justru menunjukkan kebenaran ungkapan tersebut.

Bagi Anda yang memiliki emosi labil dan sangat mudah marah, agaknya harus mempertimbangkan untuk lebih bersikap sabar dan rileks dalam menghadapi permasalahan dalam hidup. Karena, kebiasaan marah dan kesal, selain tidak ada untungnya, ternyata juga meningkatkan resiko kematian dini pada pelakunya.

hasil penelitian dari Iowa State University menyimpulkan bahwa sebanyak 25 % orang pemarah memiliki resiko kematian 1.57 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang sedikit marah. Penelitian ini melibatkan 1.307 pria dewasa yang telah dipantau selama 40 tahun.

Sebagaimana dilansir detikhealth.com, penelitian ini mengukur tingkat kemarahan para relawan sejak tahun 1968 sampai dengan tahun 1972. Para peneliti mengajukan pertanyaan "Apakah Anda mudah marah ?", Kemudian dicatat pula tingkat keseringan relawan menjawab "iya" dan dikorealasikan dengan meningkatnya resiko kematian dini yang bersangkutan.

Pemimpin riset, Amelia Karraker, menjelaskan pada Jum'at (20-11-2015): "Ini bukanlah tentang kekesalan yang hanya kadang-kadang munculnya. Orang-orang ini marah secara konsisten. Pertanyaan ini bukan tentang mereka yang hanya sementara merasa marah. Tetapi mereka yang memiliki kecenderungan tinggi untuk selalu marah."

Sejatinya sangat mudah menghubungkan logika bagaimana meningkatnya tekanan jantung dan darah pada orang yang secara sering merasa marah dan kesal. dalam sebuah penelitian Circulation dari sekelompok pria dan wanita sebanyak 3.873 orang menemukan bahwa kemarahan pada kalangan pria, akan meningkatkan resiko terkena fibrilasi atrial atau detak jantung yang tidak beraturan.

Lalu jika faktanya sering marah akan meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan jantung, maka bijaksanakah jika kita selalu meluapkan kemarahan ?