Sunday, 27 December 2015

Makan Sambil Nonton TV Bisa Bikin Gemuk





Kebiasaan makan sambil menonton televisi dapat mengakibatkan berat badan Anda bertambah, alias gemuk. Lho kok bisa ?  Hal ini disebabkan saat Anda menonton televisi, maka fokus Anda lebih tertuju pada acara televisi, sehingga makanan yang Anda makan bisa jadi lebih banyak dari yang seharusnya Anda butuhkan.

Akan tetapi, jangan khawatir, ada cara sederhana untuk mengubah kebiasaan tersebut. Caranya adalah: Siapkan cermin di depan meja makan Anda, saat akan menyantap makanan. Benar, karena dalam sebuah hasil penelitian dari University of Central Florida, yang dilakukan oleh Dr. Ata Jami, menyimpulkan bahwa makan hidangan di depan cermin, akan membuat Anda menjadi lebih mudah mengontrol nafsu makan. Artinya, dengan keberadaan cermin tersebut, maka Anda akan enggan mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah banyak.

Penelitian tersebut dilakukan dengan cara melibatkan sukarelawan yang diminta untuk makan kue cokelat sambil bercermin. Setelah diteliti, maka didapatkan bahwa para relawan mengaku kehilangan nafsu makan kue dalam jumlah banyak, menjadi berkurang.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah: karena sebagian besar orang merasa tidak nyaman melihat diri mereka sendiri makan makanan yang tidak sehat (junk food) dalam jumlah banyak. Lebih lanjut, Dr. Ata Jami menjelaskan bahwa cermin akan memperlihatkan bagaimana kondisi seseorang saat makan. Hal ini memungkinkan mereka merasa untuk melihat diri mereka sendiri secara objektif, serta menilai perilakunya.

Penelitian yang telah dirilis oleh Journal of The Association for Consumer Research (26-12-2015), tersebut, dapat diartikan satu hal: Bahwa dengan melihat makanan yang ada di piring, dan memakannya sambil bercermin, maka akan membuat Anda lebih cepat kenyang secara psikis. Dengan demikian, Anda akan makan dengan 'kesadaran penuh' sehingga tak akan berlebihan menyantap makanan Anda.

Saturday, 26 December 2015

Singkong Turunkan Kolesterol dan Cegah Stroke


Anda termasuk penggemar street food ? Hampir semua makanan pinggir jalan tersebut tak pernah ketinggalan menyajikan makanan berbahan singkong. Ada yang direbus, ada yang digoreng, ada yang diolah menjadi gethuk, tiwul, ongol-ongol, dan sebagainya. 

Jangan khawatir untuk menyantap aneka makanan dari bahan singkong, sebab hasi dari sebuah study menunjukkan bahwa singkong memiliki sejuta manfaat untuk kesehatan tubuh Anda. Masih tidak percaya ? Yuk, simak manfaat singkong sebagaimana dirilis situs Nutrition and You:




  1. Singkong yang direbus dapat membantu menurunkan kadar koesterol jahat, sehingga sangat bagus untuk menurunkan resiko sakit jantung
  2. Serat yang terkandung di dalam singkong sangat baik untuk mencegah penyakit kanker usus, membantu mengendalikan penyakit diabetes dan stroke
  3. Kandungan kalori singkong mencapai 2 kali besarnya dibanding dengan kalori kentang
  4. Dalam setiap 100 gr singkong terkandung 160 kalori, sehingga cocok menjadi makanan alternatif sumber kalori selain nasi
  5. Kandungan protein singkong lebih tinggi dibandingkan makanan seperti kentang, pisang maupun ubi-ubian yang lain
  6. Kandungan lemak dalam singkong tergolong rendah, jika dibandingkan lemak yang terkandung dalam kacang-kacangan dan sereal
  7. Dengan mengonsumsi singkong, maka resiko penyakit osteoporosis menurun dan tulang menjadi kuat. Hal ini disebabkan karena vitamin K di dalam singkong dapat menjadi nutrisi yang dapat membantu pembentukan massa tulang
  8. Vitamin K pada singkong juga dapat berfungsi untuk mengobati penyakit Alzheimer karena menghambat proses kerusakan syaraf otak
  9. Singkong juga sangat baik dalam proses pembentukan darah dan pemulihan penyakit anemia, karena singkong kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin B6.





Jadi, yuk makan singkongnya lagi .........

Friday, 25 December 2015

7 Penyebab Orang Mudah Gemuk





Penyebab kegemukan tidak melulu disebabkan karena makanan berlemak yang kita konsumsi. Ternyata terdapat banyak kebiasaan dan perilaku kita yang menyebabkan masalah kegemukan mudah muncul. Beberapa diantaranya adalah terlalu banyak megonsumsi gula dan karbohidrat. Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, setidaknya terdapat 7 kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan orang mudah gemuk, yaitu:


1. Mudah terpengaruh dengan iklan makanan yang bebas lemak atau rendah kalori

Untuk mencegah terjadinya kegemukan (obesitas), maka Anda tidak boleh mudah percaya pada iklan makanan yang bebsa lemak atau rendah kalori. Iklan tersebut dapat mempengaruhi pola pikir Anda, untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Padahal sejatinya makanan tersebut hanya mengganti lemak dengan karbohidrat yang berkadar rendah.

Tanpa Anda sadari, karbohidrat ternyata sangat mudah dicerna oleh tubuh. Maka yang terjadi kemudian adalah: jika Anda telah mengonsumsinya, maka Anda akan tergoda lagi untuk menambah porsi makanan Anda, karena merasa belum kenyang.


2. Melakukan diet tanpa berkonsultasi dengan ahli nutrisi

Program diet yang gagal, disebabkan oleh kebanyakan orang yang melakukannya mengabaikan peran ahli nutrisi yang dapat membantu dalam mengontrol pelaksanaan program diet. Tanpa keterlibatan ahli nutrisi, maka dipastikan Anda akan kesulitan dalam menentukan alternatif makanan yang dibutuhkan selama menjalani program diet.

Jadi, sebaiknya sebelum Anda melakukan diet, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan ahli nutrisi yang profesional dan memiliki kompetensi yang baik di bidangnya. Percayalaha, bahwa uang yang Anda keluarkan untuk biaya konsultasi dan pendampingan, akan sebanding dengan kesehatan dan keindahan tubuh yang akan Anda peroleh.


3. Tidak memiliki waktu istirahat yang cukup

Kebiasan kurang tidur, atau memiliki kualitas tidur yang buruk, dapat menimbulkan masalah kesehatan pada diri Anda. Sebagai contoh, apabila Anda tidur malam kurang dari 5 jam, setiap malam, maka dampak yang nyata adalah terjadinya penimbunan lemak berlebih pada tubuh.


4. Kebiasaan makan dengan terburu-buru

Banyak yang tidak menyadari bahwa makan dengan sikap terburu-buru, akan mengakibatkan penimbunan 66 kalori lebih banyak di dalam tubuh, dibandingkan dengan mengunyah makanan secara perlahan-lahan. Penjelasannya adalah: Dengan makan secara terburu-buru, maka jumlah makanan yang kita masukkan ke dalam tubuh justru menjadi lebih banyak.  

Sebaiknya makanlah dengan sikap tenang. Kunyahlah makanan yang berda di dalam mulut secara perlahan-lahan. Selain makanan menjadi lebih mudah dicerna, Anda juga akan lebih cepat merasa kenyang. hal ini disebabkan karena otak manusia memerlukan waktu 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang setelah makanan tersebut dikonsumsi.


5. Kurang dalam mengonsumsi air putih

Kekurangan konsumsi air putih juga dapat memicu timbulnya kegemukan. Hal ini dikarenakan oleh beberapa alasan sebagai berikut:

  • Minum 2 gelas air sebelum makan dapat mengurangi nafsu makan berlebih
  • Minum 6 gelas air per hari, dapat mengurangi 50 kalori tubuh
  • Air putih berfungsi membantu proses metabolisme tubuh

6. Kebiasaan minum soda secara berlebihan

Pemicu kegemukan yang paling umum tidak hanya dipicu oleh lemak dan karbohidrat. Akan tetapi juga dipicu oleh konsumsi gula atau fruktosa yang tinggi. Dalam hal ini, minuman soda atau berkarbonasi dipercaya sebagai biang keladi terjadinya obesitas atau kegemukan. Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah study, bahwa meminum satu atau dua gelas soda per hari, akan meningkatkan resiko obesitas sampai dengan kisaran 33 %.


7. Tergoda promo restoran

Kebanyakan orang akan 'kalap', ketika menjumpai promo dan diskon harga makanan di restoran-restoran. Kalau sudah begini, maka hati-hatilah. Pesanlah makanan dalam porsi yang wajar saja, agar makanan yang masuk masih dalam kemampuan pencernaan Anda. 























Thursday, 24 December 2015

Apa Sih Hebatnya Bayam ?




Bayam, sayur berwarna hijau yang menyehatkan. Pasti semua setuju akan hal tersebut. Tapi tahukah Anda, seberapa hebat sih bayam, hingga banyak dipercaya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia ? Berikut ini adalah beberapa manfaat bayam yang perlu Anda ketahui:

  • Bayam memiliki kandungan hampir 20 % dari kebutuhan serat makanan untuk tubuh manusia
  • Karena banyaknya kandungan serat dalam bayam, maka sayuran ini dapat membantu pencernaan, mencegah sembelit, mengontrol kadar gula darah dan baik untuk diet
  • Bayam diketahui mengandung flavonoid, yakni sebuah phyto nutrisi, dimana ia memiliki zat anti kanker di dalamnya
  • Bayam juga dikenal berkhasit untuk perlindungan tubuh yang sangat baik untuk mencegah terkena resiko kanker prostat
  • Bayam banyak mengandung vitamin C
  • Bayam mengandung vitamin E
  • Bayam mengandung zat lain yang bermanfaat bagi tubuh seperti betakaroten, mangan, seng dan selenium
  • Bayam juga berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah timbulnya osteoporosis, atherosclerosis dan tekanan darah tinggi
  • Bayam juga memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan mata berupa antioksidan luetin dan zeaxanthin yang dapat melindungi sel lensa manusia dari paparan sinar UV, yang merupakan penyebab utama timbulnya penyakit katarak
  • Bayam juga diketahui mengandung vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan kulit dan menjaga kelembapan kulit. Sehingga bayam juga dipercaya untuk mencegah jerawat, keriput pada kulit, hinggamenghambat proses terjadinya penuaan dini
  • Bayam juga mengandung vitamin K yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang serta mencegah terjadinya osteoporosis. Dalam hal ini bayam berfungsi mempertahankan kekuatan dan kepadatan tulang
  • Adapaun zat besi yang terkandung di dalam sayur bayam berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, agar Anda tidak kekurangan darah atau anemia.
Jadi, setelah Anda mengetahui segudang manfaat sayur bayam, tak salah, jika Anda memutuskan untuk memasukkan jenis sayuran ini ke dalam menu sehari-harai Anda.

Wednesday, 23 December 2015

Lakukan Beberapa Hal Ini, Agar Tetap Semangat Setelah Bangun Tidur




Apakah Anda selalu bersemangat setelah bangun tidur ?  Apakah Anda mersakan peningkatan konsentrasi dan lebih fokus setelah bangun tidur ? Jika jawaban Anda adalah 'tidak', maka lakukanlah beberapa kegiatan berikut ini, untuk membuat hari-hari Anda bersemangat setelah bangun tidur:


1. Jangan berpikir untuk melanjutkan tidur lagi setelah mematikan alarm

Mematikan alarm jam weker dan berpikir bahwa Anda dapat meneruskan tidur 5 lagi, adalah kebiasaan buruk. Ingatlah, ketika Anda sudah terlanjur bangun dari tidur, kemudian mencoba tidur lagi selama beberapa menit, maka otak Anda cenderung telah masuk ke dalam mode 'tidur lelap' kembali. Akibatnya, saat Anda terbangun kembali nanti, maka yang terasa adalah badan menjadi lesu dan Anda akan menguap seharian.


2. Segeralah membuka jendela kamar tidur untuk melihat panorama pagi

Panorama dan udara pagi dapat membuat mata Anda lebih segar, serta membuat perasaan akan bersemangat sepanjang hari. Ucapkanlah do'a syukur kepada Allah SWT, karena telah membangunkan Anda dan memberikan umur yang panjang.


3. Minumlah air putih yang segar setelah bangun tidur

Meminum segelas air putih yang segar setelah bangun tidur, akan membuat Anda terbebas dari rasa dahaga dan lelah secara fisik dan mental. Jadi, biasakanlah sebelum Anda tidur untuk menyiapkan segelas air putih di samping tempat tidur Anda.


4. Buatlah rencana sederhana mengenai apa yang akan Anda lakukan hari ini

Dengan membuat gambaran kegiatan apa saja yang akan Anda lakukan, maka tidak saja akan membantu Anda menjalani hari ini, akan tetapi juga akan memberikan sugesti positif dalam pikiran untuk menjalani aktivitas dengan bersemangat.


5. Lakukan peregangan secukupnya

Biasakanlah setelah terbangun dari tidur, untuk melakukan peregangan atau aktivitas fisik lainnya selama 45 menit. Bagi Anda yang seorang muslim, tentu bangun tidur di pagi hari akan dilanjutkan dengan aktivitas mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat Subuh. Adapun tujuan peregangan dan melakukan aktivitas pagi tersebut adalah untuk mengurangi rasa pusing dan kantuk ketika Anda terbangun di pagi hari.


6. Nikmati sinar matahari pagi

Anda masih juga merasa ngantuk setelah bangun dari tidur ? Cobalah berjalan-jalan menikmati sinar matahari pagi untuk mengatasinya. Sinar matahari pagi sangat berguna menghilangkan rasa kantuk, karena akan membuat kadar melatonin (hormon yang membuat tubuh mengantuk) berkurang.

Selamat mencoba.























Tuesday, 22 December 2015

Minum Soda Berlebihan Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Ginjal


Bagi Anda pecinta minuman soda atau minuman berkarbonasi, agaknya harus lebih bijaksana agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Karena hal tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. 

Hasil study yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) pada Kementrian Kesehatan RI, pada awal tahun 2015, menunjukkan bahwa terdapat resiko lain dari konsumsi minuman soda secara berlebihan. Hal ini terutama berdampak negatif terhadap ginjal.





Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Kepala Balitbangkes pada saat itu menyampaikan data sebagai berikut:

  • Sejumlah 1,1 % penduduk Indonesia mengonsumsi minuman soda atau berkarbonasi sebanyak 2,4 gram/orang/hari
  • Konsumsi minuman soda atau berkarbonasi lebih tinggi dibanding konsumsi minuman beralkohol, yakni sebesar 1,9 gram/orang/hari
  • Hasil awai study juga menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman soda atau berkarbonasi lebih dari sekali setiap hari, selama beberapa tahun, bisa meningkatkan resiko penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal.
Sementara itu, Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) membantah tudingan bahwa minuman bersoda adalah pemicu gagal ginjal. Menurut ASRIM, penyebab penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal disebabkan oleh beberapa faktor resiko, antara lain:
  • Penyakit diabetes
  • Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Genetis, karena sejarah medis keluarga yang pernah mengidap gagal ginjal.
Berbeda lagi pendapat dari Prof  Dr parlindungan Siregar, SpPD-KGH, konsultan ginjal dan hipertensi dari RS Cipto Mangunkusumo. Parlindungan menyatakan bahwa memang bukan soda yang mengganggu fungsi ginjal. Akan tetapi fruktosanya yang merusak ginjal. hal ini karena fruktosa dapat meningkatkan asam urat yang akan mengendap pada ginjal.

Adapun menurut pakar gizi, dr. Inge Permadhi, SpGK, dari Siloam Hospital, menyatakan kesetujuannya bahwa dari segi kesehatan, minuman bersoda memang mempunyai dampak negatif lebih banyak daripada positifnya. Inge menyebutkan beberapa resiko yang mungkin ditimbulkan minuman bersoda adalah terjadinya obesitas dan penyakit diabetes miletus tipe 2.

Jadi, kesimpulannya, silakan bagi pecinta minuman bersoda untuk menikmati minumannya, asal tidak berlebihan. Sebab, bukan hanya bagi minuman bersoda, jenis makanan dan minuman lain-pun juga tidak baik, jika dikonsumsi secara berlebihan.




















Monday, 21 December 2015

Kesulitan Buka Tutup Botol, Mungkin Saraf Anda Terganggu




Jangan sering menyepelekan hal-hal yang kecil. Contohnya jika Anda sering kesulitan membuka tutup botol dengan tangan kosong. Jangan anggap remeh, bisa jadi hal tersebut adalah gejala gangguan saraf yang menjadi penyebabnya.

Mengutip penjelasan dari dr. Margareta Arianni, SpOT, konsultan Hand and Microsurgery dari RS Premier Bintaro (21-12-2015), menyebutkan bahwa terdapat banyak kemungkinan penyebab seseorang kesulitan membuka tutup botol dengan tangan kosong. salah satunya adalah terjadinya gangguan saraf yang dalam istilah medis disebut dengan Carpal tunnel syndrome.

Selanjutnya, dr Margareta menambahkan bahwa saraf untuk mengangkat jempol, disebut gerakan oposisi jempol tersebut terganggu, dalam sebuah acara temu media di FX Senayan, Jakarta Selatan. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa gangguan pada saraf tersebut dapat mengakibatkan kerusakan. 

Adapun dampak dari gangguan tersebut adalah: otot-otot di sekitarnya mengecil, sehingga sulit melakukan gerakan-gerakan matorik halus seperti:

  • Gerakan-gerakan menjepit atau pinching
  • Memasang peniti pada baju
  • Memasang kancing baju
  • dan gerakan motorik halus lainnya
Sebagai informasi tambahan, selain carpal tunnel syndrome, kemungkinan penyebab yang lain adalah de querbain tenosynovitis. Gangguan tersebut kan menyebabkan tendon atau pangkal otot mengalami rasa sakit akibat radang. Hal ini kan menyebabkan pasien memiliki gerakan yang terbatas.

Anjuran yang disampaikan dr. Margareta, guna memastikan penyebab gangguan ini, agar penderita memeriksakan dirinya ke dokter spesialis saraf. Akan tetapi yang pasti, bahwa setiap gerakan selalu membutuhkan koordinasi yang baik antara otot, saraf dan persendian. Oleh karena itu, penyebab gangguan tersebut juga dapat bermacam-macam.