Thursday, 3 December 2015

Mau Jantung Sehat ? Konsumsilah Bawang Putih





Berbicara kelaziman, bawang putih lebih banyak Anda temukan di dapur, daripada di ruang makan. Ya, bawang putih memang telah lama dikenal sebagai bahan penyedap masakan yang 'wajib' ada di area dapur.

Tapi tahukah Anda, bahwa bawang putih juga ampuh untuk mengobati diabetes dan bermanfaat bagi kesehatan jantung ? Dengan khasiat memperlancar aliran darah dan melawan kolesterol jahat, maka mengonsumsi bawang putih sangat dianjurkan buat Anda yang memiliki kolesterol tinggi atau LDL (low density tipo protein) tinggi.


Bagaimana bawang putih dapat bermanfaat untuk kesehatan jantung ?

  • Bawang putih memiliki zat khusus bernama allicin
  • Allicin inilah yang membuat nafas Anda berbau khas setelah memakan bawang putih, karena zat tersebut menghancurkan sulfur atau belerang pada sel darah
  • Senyawa belerang ini akan bereaksi dengan sel darah merah dan menghasilkan sulfida hidrogen polisulfida yang mampu merenggangkan pembuluh darah dan membuat peredaran darah dapat mengalir dengan lancar
  • Allicin juga mengatur dan membatasi jumlah lemak agar tidak terjadi penumpukan lemak dalam tubuh dan organ manusia, termasuk jantung
Sebagaimana dilansir Boldsky, hasil penelitian terbaru menyimpulkan bahwa dalam waktu dekat, bawang putih akan menjadi bahan yang paling diandalkan dalam pengobatan diabetes. Hal ini karena manfaat bawang putih yang memperlancar aliran darah dan melawan kolesterol jahat (LDL).


Tips mengonsumsi bawang putih:
  • Untuk mendapatkan hasil yang optimal, makanlah bawang putih dalam keadaan mentah
  • Anda juga dapat mengonsumsi bawang putih dicampurkan pada pasta atau salad
  • Jika memang Anda tak tahan baunya, maka bawang putih dapat diolah dalam sup yang justru kan menambah aroma sedap pada olahan sup Anda.





















Wednesday, 2 December 2015

Mencegah Timbulnya Lemak Perut (Belly Fat)





Berbicara penampilan, tentu tak lepas dari bentuk tubuh yang proporsional dan sehat. Penumpukan lemak di area perut akan mengurangi kesempurnaan penampilan seseorang. Lemak pada area perut (belly fat) juga sering diidentikkan sebagai pemicu berbagai gangguan kesehatan serius seperti jantung, paru-paru dan ginjal.


Apa itu lemak perut (belly fat) ?

Menurut penjelasan dokter Endrokrinolog dan Spesies Antiaging, dr. Deepak Chaturdevi, lemak perut, atau belly fat dalam istilah medis disebut Abddominal Obesity. Secara umum lemak perut dapat didefinisikan sebagai kelebihan lemak yang terbentuk di area perut. Lemak ini dapat terbentuk dengan berbagai usia, baik pada laki-laki maupun perempuan (sumber: wolipop.com).


Apa penyebab terjadinya lemak perut ?

Penyebab terbentuknya lemak perut belum diketahui secara pasti, akan tetapi banyak para ahli nutrisi meyakini lemak perut dipengaruhi oleh:

  • Faktor genetis, yaitu lebih rentan terjadi pada mereka yang orang tuanya juga memiliki kelebihan lemak di area perut
  • Menurunnya sensitivitas insulin
  • Kebiasaan merokok
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat (junk food)
  • Kebiasaan makan pada larut malam
  • Tekanan psikis atau stress
  • Masalah pencernaan yang tidak lancar atau problem pada usus

Penumpukan lemak pada perut, umumnya agak sulit untuk menghilangkan atau menguranginya, Untuk mendapatkan bentuk badan dan perut yang ramping, diperlukan komitmen tinggi untuk diet sehat dan berolah raga secara teratur. Bahkan pada kondisi tertentu, lemak bahkan perlu diangkat dengan jalan pembedahan.


Bersyukurlah bagi Anda yang belum mengalami penumpukan lemak berlebih pada area perut. Karena sejatinya, penumpukan lemak pada area perut mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang salah pada sistem tubuh dan Anda perlu memperbaikinya dengan cara yang tepat agar terhindar dari gangguan kesehatan. 


Tips agar tidak terjadi penumpukan lemak pada perut:

  • Lakukanlah latihan fisik minimal 45 menit setiap hari
  • Perbanyaklah mengonsumsi air putih
  • Kunyahlah makanan anda dengan perlahan sebelum menelannya
  • Perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan serat
  • Hindari kebiasaan makan pada larut malam
  • Tidurlah yang cukup, minimal antara 7 hingga 8 jam sehari
  • Perbanyaklah makanan yang rendah lemak
  • Selalu mengontrol kadar kolesterol dan berat badan Anda.























Tuesday, 1 December 2015

Resiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Daging Anjing




Berbicara kelaziman, masyarakat Indonesia tentu tidak lazim mengolah dan mengonsumsi daging anjing. Akan tetapi seiring dengan perkembangan waktu, Anda dapat dengan mudah menemukan beberapa warung makan yang menyajikan olahan daging anjing tersebut, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan.

Bagi Anda yang beragama Islam, sudah tentu mengonsumsi daging anjing adalah haram. Lalu bagaimana bagi orang lain yang suka mengonsumsi daging anjing ? Berikut ini adalah resiko kesehatan yang dapat ditimbulkan saat seseorang mengonsumsi daging anjing, sebagaimana dilansir Sidomi News (02-12-2015):


1. Mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri

Resiko paling serius bagi para penggemar daging anjing adalah terkontaminasi dan tertular berbagai bakteri yang terdapat pada tubuh anjing. Resiko ini meningkat hingga 20 kali lipat dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi daging anjing.

Beberapa waktu yang lalu, di Vietnam terjadi wabah kolera yang banyak menyerang warga masyarakatnya. Hal ini terjadi lantaran masyarakat di sana menyantap daging anjing yang telah terkontaminasi. 

Adapun beberapa jenis bakteri yang terdapat pada tubuh anjing adalah:

  • Anthrax
  • Brucellosis
  • Hepatitis
  • Leptospirosis


2. Rentan tertular rabies

Di Filipina, terdapat populasi anjing yang telah mencapai 10 ekor. Kondisi tersebut juga diiringi kasus kematian terhadap 300 orang warganya akibat terkena rabies. Hal ini dikarenakan bibit penyakit rabies tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi daging anjing. Meskipun telah seringkali dilakukan program vaksinasi, nyatanya penyebaran penyakit rabies tidak mudah dihentikan begitu saja.


3. Tubuh menjadi kebal terhadap obat antibiotik 

Sebagian besar anjing yang disiapkan sebagai bahan konsusmsi, telah menjalani suntikan antibiotik dan vaksin secara berlebihan. Hal ini justru membahayakan. Saat daging anjing masuk ke dalam tubuh, maka menjadikan sistem imun tubuh mengalami perubahan.

Selanjutnya tubuh manusia menjadi kaya akan anti biotik. Akibatnya, pada saat tubuh terpapar penyakit yang dipicu bakteri, maka akan sulit sembuh, karena obat-obatan anti biotik sudak tidak mampu lagi melawan penyakit.


















Monday, 30 November 2015

Kenapa Rambut Cepat Beruban ?




Bagi sebagian orang, tumbuhnya uban pada rambut kepala menjadi pertanda bertambahnya kedewasaan dan kematangan cara berpikir seseorang. Akan tetapi, jika pada usia relatif muda sudah mulai tumbuh uban, tentu tidak semua orang menyukainya. Bahkan tumbuhnya uban bisa dianggap menggangu keindahan rambut seseorang.


Beberapa penyebab tumbuhnya uban di usia muda (dari detikhealth.com) antara lain:

  • Karena faktor genetika, yaitu ketika seseorang memiliki orang tua, atau kakek-nenek yang mulai beruban saat masih berusia muda, maka besar kemungkinan akan mengalami tumbuh uban juga saat masih berusia muda
  • Pengaruh dari kebiasaan merokok dan gemar mengonsumsi minuman beralkohol
  • Kekurangan nutrisi yang dapat mempengaruhi produksi melanin, misalnya protein, vitamin B12, zat besi dan tembaga
  • gangguan saluran yang dapat menghambat penyerapan nutrisi
  • Terkena penyakit Anemia
  • Terkena penyakit kelenjar tiroid
  • Kurangnya kadar hormon adrenokortikotopik, alfa MSH dan beta endorfin.

Lalu bagaimana kaitannya dengan tingkat stress seseorang ?

Dr. Tyler Cymet, ahli dari American Association of Colleges of Osteopathic Medicine mengatakan bahwa stress bukanlah penyebab tumbuhnya uban di kepala seseorang. Ditegaskan bahwa semua orang secara genetis akan memiliki uban saat memasuki usia 40 tahun.

"Akan tetapi, stress berperan dalam mempercepat tumbuhnya uban di kepala. Jika orang normal mulai tumbuh uban saat berusia 40 tahun, maka mereka yang menagalami stress kronis, biasanya memiliki uban lebih cepat sekitar umur 30 atau 35 tahun." tambah Dr. Cymet.




















Saturday, 28 November 2015

Penyakit Jantung Dapat Diketahui Dari Rambut Anda





Metode paling umum yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung adalah dengan memeriksa kondisi darah dan tekanan jantung pasien. Akan tetapi, penemuan terbaru menyimpulkan bahwa terdapat cara yang lebih sederhana dan efisien dari dua metode di atas, yaitu dengan cara melihat rambut kepala seorang pasien.

Hasil riset membuktikan bahwa rambut Anda menyimpan berbagai informasi penting mengenai kondisi kesehatan tubuh Anda. Dengan memeriksa kondisi rambut, peneliti juga dapat mengetahui tingkat stress seseorang, yaitu berdasarkan kadar kortisol dari rambut. Kadar kortisol juga bisa digunakan untuk menentukan resiko penyakit seseorang.

Seorang peneliti dari Erasmus MC di Rotterdam, Belanda, dr. Laura Manenschijn, menjelaskan bahwa kadar kortisol yang tinggi merupakan sinyal penting bahwa seseorang berpotensi terkena penyakit jantung. Hal ini mengingat bahwa rambut dan kulit kepala dapat memberikan informasi tentang perubahan dari kadar kortisol.

Untuk mendapatkan kesimpulan ini, riset dilakukan terhadap 285 orang partisipan dengan rentang usia 65 hingga 85 tahun selama 3 bulan. Peneliti melakukan penelitian terhadap kadar kortisol mereka melalui sampel rambut kepala sepanjang 3 cm.

Hasil riset menunjukkan partisipan yang mempunyai kadar kortisol tinggi pada rambutnya, ternyata memiliki riwayat penyakit jantung, stroke dan diabetes. Inilah yang memperkuat keyakinan para peneliti, bahwa rambut seseorang dapat menyimpan berbagai informasi tentang kesehatannya, termasuk untuk menentukan resiko penyakit jantung yang mungkin dimilikinya.

Friday, 27 November 2015

Minum Di sela Makan Bisa Ganggu Pencernaan




Hati-hati, dengan kebiasaan minum di sela-sela makan. Jika Anda minum air di sela makan, maka pencernaan di dalam tubuh akan terganggu. Seperti yang diuraikan oleh seorang pakar nutrisi dari India, Shonali Sabherwat, bahwa dengan meminum air di sela-sela makan, dapat menurunkan makanan lebih cepat. Padahal kondisi ini akan menimbulkan berbagai gangguan pencernaan, seperti yang dilansir timesofindia.

Lebih lanjut, Sobherwat menambahkan bahwa minuman yang dimasukkan di sela-sela makan, akan diserap dinding usus lambung. Selanjutnya, penyerapan ini akan terus berlangsung hingga hormon-hormon pencernaan mulai dilepaskan untuk mencerna makanan.

Anda tahu, jika hormon-hormon tersebut bercampur dengan air, maka konsentrasinya akan menjadi lebih rendah, daripada makanan yang ada di dalam perut. Kondisi inilah yang mengakibatkan makanan tidak tercerna dengan baik atau sempurna. Dalam tingkat lebih lanjut, kebiasaan minum di sela makan dapat mengakibatkan: 

  • Terjadinya heartburn dan refluks asam lambung
  • Memicu lonjakan kadar insulin di dalam tubuh
  • Memperbesar resiko terkena penyakit diabetes
  • Memicu terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh


Adapun solusi agar Anda tidak mudah minum di sela makan adalah:


  • Perbanyak makanan yang berkuah atau memiliki kandungan air yang cukup
  • Hindari makanan yang memiliki kadar garam tinggi, karena makanan yang terlalu asin dapat membuat Anda haus dan merangsang Anda untuk terus minum di sela-sela makan
  • Usahakanlah untuk mengunyah makanan lebih lama, agar benar-benar hancur dan mudah ditelan saat makan.
  • Fokuslah pada makanan Anda, jangan terbiasa makan sambil ngobrol, menonton televisi, atau beraktivitas lainnya. 

Thursday, 26 November 2015

Menahan BAB Bisa Bikin Bahaya




Beberapa orang mungkin menganggap remeh, soal menahan buang air besar (BAB). Beberapa alasan dapat dijadikan penyebab mereka menunda atau menahan BAB, antara lain:

  • Sedang berada di kendaraan yang tidak dilengkapi toilet
  • Tidak berada di rumah, dan merasa tidak familiar jika BAB di rumah orang lain
  • Sedang berkonsentrasi menuntaskan pekerjaan
  • dan sebagainya
Dengan berbagai alasan seperti yang tersebut di atas, banyak orang memilih menahan atau menunda BAB-nya. Tak cuma beberapa jam, tapi kadang-kadang menunda dalam beberapa jam. Lebih buruk lagi, jika menunda BAB telah berubah menjadi kebiasaan. Tentu resikonya lebih besar lagi terhadap yang bersangkutan.

Dalam beberapa kasus yang ekstrem, ditemukan bahwa kebiasaan menunda BAB bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, akan tetapi dapat berujung pada kematian seseorang. Hal ini disebabkan karena terjadinya disfungsi  pada otot yang digunakan untuk BAB bagi seseorang yang suka menunda BAB. 

Dalam kasus demikian, feses menjadi bertumpuk pada tubuh seseorang dan mengakibatkan sembelit kronis. Ini dapat dimaklumi, karena sering menahan BAB dapat mengakibatkan konsistensi tinja mengeras. Apabila tinja telah mengeras, maka akan membuat pengeluaran kotoran tidak lancar. 

Jika tinja telah mengeras, maka kondisi ini dapat mengakibatkan penyumbatan usus. Bisa jadi, racun-racun dalam tinja akan terserap kembali ke dalam tubuh. Akibat yang lebih serius, adalah saat feses mengering, dapat memblokir sistem tubuh, sehingga berdampak pada usus.

Menurut Kyle D. Staller, seorang pakar pencernaan dari Massachusetts General Hospital menjelaskan, bahwa kebiasaan menahan BAB selain mengakibatkan disfungsi otot yang digunakan saat BAB, juga akan berdampak menumpuknya limbah di dalam tubuh. Jika sudah demikian kondisi ini akan berdampak buruk terhadap usus, demikian seperti dilansir detikhealth.com (27-11-2015). Jika keadaan sudah semakin buruk, maka harus dilakukan tindakan operasi, untuk menghindari kondisi yang berujung kematian, tambah Staller.

Idealnya, seseorang BAB dalam sehari maksimal tiga kali sehari. Seperti penjelasan dr. Ayu Andini beberapa waktu lalu, seseorang yang jarang BAB dapat beresiko terkena masalah konstipasi. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, bisa juga merupakan gejala kanker usus.

Jadi, jangan biasakan menunda BAB, yaa ...